Tarwi Jalani Tes Fisik dan Psikologi di Achilles SFCC Unesa Surabaya

  • Whatsapp
Tarwi Jalani Tes Fisik dan Psikologi di Achilles SFCC Unesa
(Tarwi menjalani serangkaian tes fisik di Achilles SSFC Unesa Surabaya, Selasa (8/9). Foto : DNA/Rolasnews)
Rolasnews.com – Setelah beberapa hari lalu memeriksakan kondisi kesehatan di Lab SIMA Ciliwung dan Prodia, Malang, hari ini, Selasa (8/9), Tarwi menjalani tes fisik dan tes psikologi di Acilles Sport Science & Fitness Centre (SSFC) Unesa Surabaya. Kedatangan Tarwi untuk menjalani serangkaian tes ini disambut langsung oleh Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan M. Kes beserta tim tester Acilles SSFC.

Tes fisik ini terutama untuk mengetahui kondisi terkini Tarwi menjelang aksinya mengayuh sepeda Surabaya-Jakarta. Selain jarak yang cukup jauh karena melintasi rute jalur utara dan selatan Pulau Jawa dengan jarak tempuh lebih dari 1.100 km, usia Tarwi sendiri sudah menginjak 79 tahun.

Sebelumnya, ada tahapan tes psikologi yang dilakukan oleh tim psikologi dari Unesa. Tes psikologi ini ditujukan guna mengetahui kondisi psikologis Tarwi yang akan bersepeda dari Surabaya-Jakarta.

Read More
Tes Psikologi
(Tes untuk mengetahui kondisi psikologis Tarwi jelang bersepeda Surabaya-Jakarta. Foto : Ist/Staff SSFC)

Sementara untuk tes fisik ada beberapa tes yang diberikan. Di antaranya tes tekanan darah, TB/BB/ Kapasitas paru,  Sit & Reach, VO2 maks, dan Asam Laktat. P

Pada proses tes VO2 maks, Tarwi ditangani oleh tester alhi, Dony Ardy Kusuma M.Kes yang didampingi oleh salah satu tim dari Achilles SSFC Unesa , Agustinus Kelviandika M.

Hasil selama menjalani rangkaian tes menunjukkan bahwa mantan pebalap nasional ini kekuatan fisiknya masih mumpuni dan dianggap mampu bersepeda menempuh jarak Surabaya-Jakarta.

Tarwi Tes Fisik di Unesa
(Setelah menjalani tes fisik, kondisi Tarwi dinyatakan sangat sehat. Foto : Ist/Nevin)

Puspita Siap All Out Bantu Tarwi Wujudkan Obsesinya Nggowes Surabaya-Jakarta

Meski demikian, Nurhasan mengingatkan agar pihak-pihak yang mendampingi selama perjalanan terus memantau perkembangan kondisi Tarwi.

“Jangan karena yang bersangkutan merasa sanggup, lantas yang mendampingi terlena. Harus terus dipantau. Kalau Pak Tarwi kelihatan sudah melebihi batas kemampuannya, jangan dipaksakan terus mengayuh sepedanya. Sebab nanti malah bisa berakibat fatal,” demikian pesan sang rektor. (TON)

 

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *