Rolasnews.com – Jumat, 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.44 WIB, pulau Sumatera tiba-tiba diselimuti kegelapan. Pemadaman listrik massal (blackout) melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara (termasuk Medan), Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian wilayah lain. Aktivitas masyarakat lumpuh, lampu lalu lintas mati, sinyal telepon terganggu, hingga pasokan air bersih terhenti di beberapa daerah.
Gangguan bermula ketika sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT) terpisah secara mendadak. Akibatnya, sistem SBU mengalami padam total. Gangguan berasal dari jalur transmisi tegangan tinggi 275 kV Rumai-Muaro Bungo (atau Muara Bungo-Sungai Rumbai) di wilayah Jambi.
Beberapa warga melaporkan lampu sempat berkedip-kedip sebelum mati total. PLN langsung mengerahkan ratusan personel untuk pemulihan secara bertahap, memprioritaskan fasilitas vital seperti rumah sakit yang mengandalkan genset cadangan.
Penyebab Listrik Padam Serentak
Menurut keterangan PLN, penyebab utama adalah gangguan pada jaringan transmisi 275 kV tersebut. Beberapa sumber menyebut faktor cuaca buruk seperti petir dan pohon tumbang sebagai pemicu kerusakan. Ini menyebabkan sistem interkoneksi antarwilayah gagal, memicu cascading failure yang meluas.
Kasus ini mirip dengan pemadaman besar sebelumnya di Sumatera (seperti Juni 2024 di Sumbagsel), yang juga dipicu gangguan transmisi SUTET 275 kV. Infrastruktur kelistrikan Sumatera yang saling terhubung tapi rentan terhadap single point of failure menjadi sorotan.
PLN memperkirakan proses pemulihan memakan waktu 6–8 jam, dengan pemulihan bertahap. Beberapa laporan menyebut dampak bisa berlangsung hingga 12 jam di wilayah tertentu, termasuk gangguan sinyal seluler dan internet.
Hingga Sabtu siang (23 Mei 2026), sebagian wilayah masih dalam proses pemulihan.






