Rolasnews.com – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) membukukan pertumbuhan positif pada arus peti kemas sepanjang April 2026. Volume peti kemas naik 4,31 persen secara bulanan (month-on-month) menjadi 119 ribu TEUs dibandingkan 114 ribu TEUs pada Maret 2026.
Pertumbuhan tersebut didominasi peti kemas internasional yang mencapai 116 ribu TEUs, sementara domestik berkontribusi 3 ribu TEUs. Dari sisi perdagangan internasional, arus ekspor meningkat 3,64 persen menjadi 57 ribu TEUs, sedangkan impor naik lebih tinggi 9,25 persen menjadi 59 ribu TEUs.
Resilience di Tengah Dinamika Logistik Global
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyatakan pertumbuhan bulanan ini menunjukkan ketangguhan operasional perseroan di tengah dinamika ekonomi global dan proses transformasi yang sedang berjalan.
“Pertumbuhan arus peti kemas pada April 2026 secara month-on-month menunjukkan bahwa kinerja operasional TPS tetap resilient. Kenaikan aktivitas ekspor dan impor ini mencerminkan adanya perbaikan pada aktivitas perdagangan serta komunikasi yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Erika dalam keterangan tertulisnya.
Meski mencatatkan hasil positif secara bulanan, tantangan penyesuaian pasar masih membayangi performa tahunan (year-on-year). Sepanjang periode Januari–April 2026, total arus peti kemas (ekspor dan impor) terkoreksi sebesar 5,5% menjadi 472 ribu TEUs, dari periode yang sama tahun lalu sebesar 498 ribu TEUs.
Erika menjelaskan, koreksi tahunan ini disebabkan oleh faktor unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume kargo dan ship’s call kapal. Hal ini terjadi karena jadwal layanan pelayaran tetap dipertahankan, namun volume kargo di pasar belum tumbuh secepat kapasitas angkut kapal yang tersedia.
Meski demikian, gairah kunjungan kapal internasional ke TPS tetap meningkat sebesar 0,59%, yakni dari 335 kunjungan pada awal tahun lalu menjadi 337 kunjungan pada empat bulan pertama tahun ini.
Saat ini TPS sedang melaksanakan proses transformasi operasional secara bertahap seiring dengan kedatangan dan pengoperasian peralatan baru, antara lain 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane (E-CC). Transformasi ini diiringi dengan berbagai penyesuaian operasional guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi layanan.
Langkah step up ini merupakan komitmen TPS untuk terus memberikan layanan yang prima dan handal kepada seluruh Pengguna Jasa di tengah dinamika industri logistik. TPS juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan yang tetap setia menjaga dan mendukung kelancaran implementasi program transformasi ini.
Layanan Diapresiasi Asosiasi Pelayaran, Kuasai 83% Pangsa Pasar
Kualitas layanan TPS yang konsisten mendapat acungan jempol dari para pelaku industri, salah satunya dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya.
Sekretaris DPC INSA Surabaya, Dwi Agus, mengapresiasi efisiensi operasional yang dihadirkan TPS di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak.
“Berbagai perbaikan yang dilakukan TPS selama ini telah memberikan dampak positif bagi efisiensi dan kepastian layanan bagi perusahaan pelayaran. Kami berharap TPS dapat terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung kelancaran rantai pasok,” kata Dwi Agus.
Komitmen TPS dalam menggenjot produktivitas dibuktikan lewat angka riil. Sepanjang dua bulan pertama tahun 2026, rata-rata kinerja bongkar muat TPS sukses mencapai 50 box/ship/hour. Angka ini melampaui standar minimum yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yakni sebesar 48 box/ship/hour.
Dengan kinerja tersebut, TPS tetap dapat mempertahankan dominasi dengan menguasai 83% pangsa pasar (market share) peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.






