Rolasnews.com – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali memperoleh penghargaan atas kinerja unggul dengan menyabet dua penghargaan sekaligus di ajang tingkat Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Selain dinobatkan sebagai terminal paling produktif berdasarkan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), TPS juga menyabet tiga penghargaan dalam ajang Risk Award SPTP 2025.
Penghargaan “The Most Productive Terminal Award Based on BOPO” kategori Anak Perusahaan diraih TPS pada Human Capital & Legal Forum 2026. Sementara di Risk Award SPTP 2025 yang diumumkan Rabu (3/6), TPS berhasil menduduki tiga posisi juara di tingkat anak perusahaan.
Pencapaian ini tidak terlepas dari konsistensi TPS dalam menerapkan manajemen risiko secara disiplin dan terintegrasi di seluruh lini bisnis.
Dalam ajang Risk Award SPTP 2025 yang diumumkan pada Rabu (3/6/2026), TPS berhasil memperoleh tiga penghargaan di tingkat anak perusahaan sebagai bentuk apresiasi atas penerapan manajemen risiko secara konsisten, yaitu:
- Juara 2 Kategori RINDU (Risk Individu) – diraih oleh Cahya Ardie Firmansyah
- Juara 3 Kategori KANGEN (Kejuaraan Antar Risk Agent) – diraih oleh PT Terminal Petikemas Surabaya
- Juara 2 Kategori INTIM (Improvement Implementation) – diraih oleh PT Terminal Petikemas Surabaya
Kategori RINDU menilai kontribusi individu dalam memperkuat budaya risiko di perusahaan, sementara KANGEN berfokus pada kompetensi risk agent dalam implementasi tata kelola risiko, dan kategori INTIM menilai keberhasilan implementasi program improvement dalam sistem manajemen risiko organisasi.
Capaian ini menegaskan bahwa predikat sebagai terminal paling produktif tidak hanya ditopang oleh efisiensi operasional, tetapi juga oleh konsistensi penerapan budaya sadar risiko (risk awareness). Kedisiplinan dalam mengidentifikasi, mengelola dan memitigasi risiko secara sistematis menjadi fondasi penting dalam menjaga keandalan layanan, efisiensi biaya, serta keberlanjutan kinerja perusahaan.
Pentingnya Risk Awareness dalam Budaya Kerja
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa sinergi antara produktivitas dan manajemen risiko merupakan kunci dalam menghadapi dinamika industri kepelabuhanan yang semakin kompleks.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa disiplin serta konsistensi pengelolaan risiko berkorelasi erat dengan kinerja yang baik. TPS terus membangun budaya kerja yang menjadikan manajemen risiko sebagai bagian integral dalam setiap proses bisnis, sehingga mampu menjaga efisiensi, meningkatkan daya saing, serta memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Erika.
Manajemen TPS juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh TPS Familia keterlibatan aktif dalam pengelolaan bisnis, sesuai tanggungjawab masing-masing.
Ke depan, TPS akan terus memperkuat implementasi Governance, Risk and Compliance (GRC) yang terintegrasi, sekaligus mendorong inovasi dan peningkatan produktivitas guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.






