Menlu ASEAN Gelar KTT di Manila, Bahas Ketegangan Timur Tengah hingga Myanmar

Menlu ASEAN Gelar KTT di Manila, Bahas Ketegangan Timur Tengah hingga Myanmar
Para diplomat senior ASEAN bertemu di Manila, Filipina, hari ini untuk membahas persiapan KTT ASEAN Selasa (21/7/2026). (asean.org)

Rolasnews.com – Para Menteri Luar Negeri (Menlu) ASEAN menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik baru di Timur Tengah saat menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Manila, Filipina, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tahunan tersebut akan turut dihadiri Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Pertempuran terbaru Amerika Serikat dan Iran yang meluas ke negara-negara lain di Timur Tengah, akan menjadi agenda utama KTT  ASEAN. Filipina sebagai ketua bergilir perhimpunan 11 negara di Asia Tenggara tersebut menjadi tuan rumah pertemuan tiga hari di Manila.

Read More

Fokus utama pembahasan adalah konflik AS-Iran yang telah meluas dan mengancam stabilitas kawasan. Para menlu ASEAN berencana mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak kedua pihak segera kembali ke meja perundingan.

Konflik tersebut kembali mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur pengangkut 20 persen pasokan minyak dunia. Asia Tenggara yang sangat bergantung pada energi Timur Tengah pun terdampak keras. Bahkan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menetapkan status darurat energi nasional.

Kehadiran Rubio dan Wang Yi

Kehadiran Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sangat penting untuk menenangkan kekhawatiran negara-negara ASEAN atas pengalihan perhatian Washington dari Indo-Pasifik. Rubio dijadwalkan bertemu dengan mitra Quad (AS, India, Jepang, Australia) untuk memperkuat strategi penyeimbangan terhadap China.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan membahas negosiasi Code of Conduct di Laut China Selatan. Konfrontasi antara kapal China dan Filipina di perairan sengketa semakin sering terjadi.

Di tingkat regional, ASEAN kembali mendapat tekanan untuk menyelesaikan krisis Myanmar. Sejak kudeta 2021, lebih dari 8.100 orang tewas dan ribuan lainnya ditahan. Rencana perdamaian lima poin ASEAN mandek karena ketidakpatuhan junta.

Baru-baru ini, Menlu Filipina Theresa Lazaro memimpin pertemuan dengan perwakilan Myanmar di Bangkok, langkah yang dikritik kelompok HAM karena dianggap melunakkan sikap blok.

“Diplomasi tegas dengan semua pihak adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian,” tegas Lazaro.

Pertemuan tiga hari ini digelar saat Filipina memegang keketuaan ASEAN, dengan harapan menghasilkan langkah konkret menjaga stabilitas kawasan di tengah gejolak global.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *