Adidas Hadapi Ancaman Boikot Global karena Tampilkan Mantan Tentara Israel di Kampanye Sepatu Single

Adidas Hadapi Ancaman Boikot Global karena Tampilkan Mantan Tentara Israel di Kampanye Sepatu Single
Gara-gara memakai Shalev Biton, mantan tentara Israel, sebagai model “Single Shoe”, Adidas terancam diboikot warga dunia. (kolase X)

Rolasnews.com – Adidas, raksasa produk olahraga asal Jerman, menghadapi gelombang kritik dan seruan boikot internasional setelah kampanye lokal di Israel menampilkan Shalev Biton, mantan tentara Israel Defense Forces (IDF) yang kehilangan kaki kiri, sebagai salah satu wajah layanan “Single Shoe”. Kampanye yang bertujuan mempromosikan aksesibilitas bagi penyandang amputasi itu memicu reaksi keras dari aktivis pro-Palestina yang membandingkannya dengan jumlah tinggi korban amputasi di Gaza.

Biton, mantan prajurit Brigade Nahal, kehilangan kaki kirinya pada Mei 2021 selama Operasi Guardian of the Walls. Saat itu, kendaraan militer yang ditumpanginya di sisi perbatasan Israel terkena rudal anti-tank yang diluncurkan dari Gaza.

Akibat serangan itu, seorang rekannya tewas dalam insiden tersebut. Setelah menjalani rehabilitasi, Biton kembali berlari menggunakan kaki prostetik dan menjadi atlet para.

Layanan Single Shoe memungkinkan pelanggan yang hanya membutuhkan satu sepatu, misalnya karena amputasi atau perbedaan anggota tubuh, untuk membeli satu sepatu dengan harga separuhnya dari harga sepasang.

Program ini diluncurkan di Eropa pada awal 2026 bekerja sama dengan organisasi disabilitas. Kemudian diperluas ke sejumlah negara di Timur Tengah.

Di Israel, Biton menjadi salah satu dari sekitar 10–11 atlet penyandang disabilitas yang tampil dalam poster dan video lokal di toko Adidas. Video berbahasa Ibrani yang ia unggah menunjukkan dirinya mencoba sepatu di toko dan berlari di luar ruangan.

Materi kampanye tersebut tidak menyebutkan latar belakang militer Biton atau cara ia kehilangan kakinya, dan hanya beredar di Israel.

Namun, video dan poster tersebut menyebar luas di media sosial. Aktivis pro-Palestina dan sejumlah tokoh, termasuk aktor Spanyol Javier Bardem, mengkritik keputusan Adidas. Mereka menyoroti ribuan kasus amputasi di Gaza akibat konflik sejak Oktober 2023. Estimasi WHO menyebut lebih dari 5.000 amputasi traumatis.

Organisasi seperti Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel (PACBI) menyebut kampanye itu sebagai “penghinaan terhadap warga Palestina”. Mereka menyerukan boikot Adidas serta penarikan materi yang menampilkan Biton.

Adidas Minta Maaf

Adidas merespons dengan permintaan maaf. Dalam pernyataan yang dikeluarkan kantor pusat dan akun Adidas Arabia, perusahaan menyatakan:

“Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam aktivasi lokal baru-baru ini oleh tim setempat telah memicu kekhawatiran dan reaksi keras. Sama sekali bukan niat kami untuk menimbulkan ketersinggungan, dan kami memohon maaf kepada siapa pun yang terdampak.”

Adidas menekankan bahwa layanan Single Shoe adalah inisiatif inklusi global yang dikembangkan bersama komunitas disabilitas. Bukan kampanye khusus untuk tentara Israel. Layanan tersebut saat ini sedang diperluas ke berbagai negara termasuk di Timur Tengah.

Perusahaan berjanji akan terus mendengarkan masukan dan memastikan tindakannya mencerminkan nilai inklusivitas.

Biton sendiri mengaku menerima gelombang kebencian online dalam jumlah besar. Ia menekankan bahwa cerita ini lebih luas daripada dirinya sendiri dan berkaitan dengan realitas yang dihadapi tentara serta keluarga di Israel.

Kontroversi ini menambah daftar isu yang pernah dihadapi Adidas terkait Israel-Palestina. Seruan boikot menyebar cepat di media sosial dengan tagar terkait, meskipun dampak aktual terhadap penjualan perusahaan secara global masih belum terukur secara resmi.

Hingga kini, Adidas mempertahankan bahwa tujuan utama layanan tersebut adalah mempermudah akses olahraga bagi penyandang disabilitas di mana pun.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *