Gowes Nggedabrus, Komunitas Sehat Ala Alumni SMPN 12 Surabaya

  • Whatsapp
Gowes Nggedabrus, Komunitas Sehat Ala Alumni SMPN 12 Surabaya
(Anggota Nggowes Nggedabrus berselfie ria di Taman Menggapai Cakrawala, Laguna Raya, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Foto : Istimewa)
Rolasnews.com – Selain berbagai kegiatan sosial dan religi, alumni SMPN 12 Surabaya juga memiliki memiliki kegiatan mingguan yang berkaitan dengan kebugaran jasmani. Salah satunya adalah Gowes Nggedabrus, aktivitas bersepeda yang diikuti para alumni dari angkatan 1977 hingga angkatan 1999.

Men sana in corpore sano. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Rutin bersepeda kayuh alias nggowes pun merupakan upaya untuk menjaga kesegaran tubuh yang berdampak pula pada kesehatan jiwa.

Namun tak sekedar itu, filosofi dari Gowes Nggedabrus (bahasa suroboyoan untuk ngobrol sembari guyonan, red) adalah kegiatan bersenang-senang sekaligus berolahraga.

Read More

“Kegiatan nggowes ini selalu diselingi dengan obrolan dan guyonan khas suroboyoan sehingga suasana gowes lebih cair dan menyenangkan. Anggota gowes sehat juga jadi lebih fresh dan tak cepat lelah karena guyonan-guyonan tersebut,” kata Nur Hidayat, koordinator Gowes Nggedabrus.

Moming, sapaan akrab Nur Hidayat, menambahkan, nggowes bareng ini tak berbatas hanya pada alumni SMPN 12 Surabaya saja. Tapi anggotanya juga ada yang dari non alumni. Saat ini anggota inti ada 30 orang, yang bisa bertambah mendadak ketika ada momen-momen tertentu.

Nggowes bareng berlangsung rutin seminggu sekali, utamanya pada hari Sabtu atau Minggu.

Hari Minggu tanggal 15 Maret 2020 lalu, aktivitas fisik bersepeda ini mengelilingi Kota Surabaya. Sebagaimana  pada pekan-pekan sebelumnya, rute yang dilalui meliputi destinasi-destinasi wisata mulai dari timur, barat, utara, selatan dan pusat. Beberapa yang pernah dilewati di antaranya, Taman Bungkul, Museum Pendidikan, Siola, Hotel Majapahit, Balai Kota, Tugu Pahlawan, Hutan Bambu, Jembatan Suroboyo, Kenjeran, Benteng Pendem, Jembatan Suromadu, Hutan mangrove dan Bukit Ular.

Di Pagoja Tian Ti, Kenjeran
(Mejeng di Pagoda Tian Ti, Kenjeran, Surabaya. Foto : Istimewa)

Anggota gowes juga menyempatkan mampir di beberapa kuliner khas Surabaya, seperti di Sate Klopo Tiara, Soto Cak Har, Pecel Bu Pri, Kuliner Ampel dan Pasar Modern Citraland. Tentunya makanan yang dipilih sesuai selera masing-masing.

Baca Juga : Segarkan Rohani, Ika Rolaz 88 Rutin Gelar Pengajian 2 Bulan Sekali

Pekan berikutnya, Sabtu 21 Maret 2020, kegiatan nggowes beralih ke luar kota, ke Ranu Manduro, Watukosek, Mojokerto, yang dulunya merupakan bekas tambang sirtu.

Pemandangan Ranu Manduro
(Pemandangan menawan bekas tambang sirtu Ranu Manduro. Tampak Gunung Penanggungan di kejauhan. Foto : Istimewa)

Setelah ditutup, bekas tambang sirtu membentuk seperti lembah yang ditumbuhi rumput liar dengan latar belakang Gunug Penanggungan/Welirang.

Rombongan gowes berangkat dari Surabaya jam 05.30 dan sampai ke kediaman masing-masing sekitar jam 3 sore.

Gowes Nggedabrus Di Ranu Manduro, Mojokerto
(Di Ranu Manduro, Watukosek, Mojokerto. Foto : Istimewa)

Namun perjalanan bolak balik sepanjang 78 km itu juga diselingi dengan beberapa kali istirahat. Selain berselfie ria dan mengisi perut, perjalanan terpaksa berhenti karena ada anggota yang mengalami kram lutut, misalnya.

Sikilku Kram
(“Mandek sik, Rek. Sikilku kram. Tak komprese disik.” Foto : Istimewa)

Kegiatan nggowes berikutnya untuk sementara masih dihentikan dulu. Ini untuk mengikuti anjuran pemerintah terkait pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Belum tahu sampai kapan. Tapi kita menunggu himbauan lebih lanjut dari pemerintah. Jangan sampai mau sehat tapi malah kena penyakit menular,” pungkas Moming.

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments