Industri PBK Terus Berkembang, BAPPEBTI Minta Masyarakat Tetap Waspada

  • Whatsapp
Industri PBK Terus Berkembang, BAPPEBTI Minta Masyarakat Tetap Waspada
(Ketua BAPPEBTI, Sidharta Utama, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati serta benar-benar memahami resiko sebelum menempatkan dananya di Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)
Link Banner
Rolasnews.com – Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi FEB Universitas Brawijaya (UB), Wildan Syafitri menilai bahwa industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dalam beberapa tahun belakangan terus berkembang meskipun masih belum banyak dikenal masyarakat. Terlebih dengan di dukung aplikasi digital yang semakin banyak, ternyata pada era pandemi seperti sekarang perkembangan industri PBK justru meningkat.

“Kami dari Fakultas Ekonomi UB merasa bahwa kedepan memang perlu banyak sekali model-model investasi yang bisa dikembangkan, baik di pasar berjangka, di sektor riil maupun di sektor moneter dengan berbagai macam deflasinya, sehingga bisa memberikan kesempatan kepada semua orang untuk melakukan investasi,” ujarnya dalam acara kuliah tamu bertemakan ‘Peluang Investasi Perdagangan Berjangka Komiditi di Era 4.0 dan Membangun Masa Depan Dengan Profesi Menjanjikan’ di salah satu hotel di Kota Malang, Selasa (6/4).

Menurutnya investasi merupakan salah satu kunci dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemulihan ekonomi, juga kedepan bisa menjadi alat untuk pemerataan pendapatan bagi masyarakat. Karenanya ke depan perlu dipikirkan bagaimana investasi model pasar berjangka ini bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Read More

“Artinya bukan hanya kepada kelompok masyakat yang berpendapatan lebih, tetapi juga berpendapatan menengah. Karena saya yakin kedepan pendapatan masyarakat juga akan semakin tinggi sehingga pada saat titik itu maka investasi ini akan semakin besar,” ucapnya.

Bagi mahasiswa, kuliah umum ini merupakan kesempatan yang bagus untuk belajar tentang investasi PBK. Terlebih semakin lama nanti variasi investasi akan semakin berkembang.

“Itulah tujuan didirikannya pasar perdagangan berjangka ini. Bahkan sekarang pemerintah juga banyak sekali menurunkan produk produk komoditi mulai dari komoditi yang riil maupun komoditi pasar berjangka guna memperkuat ekonomi makro di Indonesia,” tandasnya.

Namun demikian Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Sidharta Utama, meminta kepada masyarakat yang ingin melakukan investasi menempatkan dananya di PBK, harus benar-benar memahami resiko yang dihadapi dan juga pengetahuan bagaimana melakukan transaksi. Sebab jika mereka tidak mengetahui dan tidak memahami resiko, mereka bisa jadi kecewa.

Oleh karena itu perlu ada regulator dalam hal ini yang dilaksanakan oleh BAPPEBTI yang bertugas menyusun pengaturan yang merupakan aturan turunan dari undang-undang.

“Tapi bukan hanya itu saja, tugas BAPPEBTI juga melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa aturan-aturan tersebut ditaati oleh para pelaku dalam hal ini bursa pialang, pedagang dan seterusnya. Dengan mengetahui resiko yang mereka hadapi, diharapkan industri ini bisa terus tumbuh,” tuturnya.

Wildan Syafitri
(Wildan Syafitri, Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi FEB Universitas Brawijaya (UB) menjadi pembicara dalam kuliah tamu bertemakan ‘Peluang Investasi Perdagangan Berjangka Komiditi di Era 4.0 dan Membangun Masa Depan Dengan Profesi Menjanjikan’, Selasa (6/4). Photo Courtesy : ANC/Rolasnews)

Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi Sasar Civitas Universitas Brawijaya

Lebih lanjut, Sidharta juga menghimbau kepada mahasiswa maupun masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap penawaran produk, investasi, dan kegiatan usaha di bidang PBK. Sebab banyak ditemui penawaran yang dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki izin usaha.

“Biasanya perusahaan ilegal tersebut memberikan penawaran melalui situs sosial, media kanal Youtube, pelatihan, seminar, dan edukasi dengan menjanjikan keuntungan yang tinggi. Mereka juga kerap menjanjikan kepada calon korban dengan iming-iming pendapatan tetap (fix income) maupun bagi hasil yang besar,” sebutnya.

Karenanya sebagai langkah pencegahan, BAPPEBTI telah melakukan pemblokiran domain situs web melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika terhadap entitas yang tidak memiliki perizinan dari BAPPEBTI.

“Pada 2019 Bappebti telah memblokir 448 domain situs web, pada 2020 sebanyak 1.191 domain situs web, dan pada 2021 sampai dengan tanggal 31 Maret 2021 sebanyak 273 domain situs web,” tutup Sidharta. (ANC)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *