Trend Nggowes, Peluang Indah Ratnasari Kembangkan Biro Travelnya

  • Whatsapp
Trend Nggowes, Peluang Indah Ratnasari Kembangkan Biro Travelnya
(Indah Ratnasari, owner AIS Perdana Nusantara Tour & Travel. Foto : Ist/Dok Pri)
Link BannerLink Banner
Rolasnews.com – Sebagaimana sektor usaha lainnya, sektor pariwisata ikut terpukul dengan merebaknya pandemi COVID-19. Bisnis di sektor jasa ini bahkan termasuk yang paling parah terkena imbasnya.

Hal itu pula yang dirasakan Indah Ratnasari, pemilik PT. AIS Perdana Nusantara Tour & Travel. Sejak awal pandemi hingga beberapa bulan setelahnya, praktis biro travel yang dikelolanya mengalami penurunan aktivitas besar-besaran.

Foto di Kantor
(Foto bersama crew inti di kantor Pondok Candra, Sidoarjo. Foto : Ist/Dok Pri)

Kontrak pelayanan perjalanan wisata baik untuk tujuan dalam dan luar negeri yang biasanya ramai jelang liburan sekolah, tahun ini nyaris tiarap. Kalau pun ada satu dua, itu pun berlangsung sporadis dan tak cukup untuk menambal biaya operasional rutin.

Read More

Link Banner Link Banner

Demikian pula dengan perjalanan religi seperti umroh. Ditutupnya Mekah dan Madinah dari peziarah luar oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, membuat nihil jamaah umroh yang menggunakan jasa biro travelnya.

“Tapi yang paling berat sebenarnya adalah berkurangnya kontrak kerjasama dengan pemerintah (pemerintah kabupaten/kota, red). Di awal-awal pandemi malah sama sekali tidak ada proposal penawaran kerjasama kami yang direspon. Padahal mereka adalah salah satu klien terbesar kami,” tutur Indah Ratnasari saat ditemui di kantor merangkap rumah tinggalnya di Jl. Nanas I/175, Pondok Candra Indah, Sidoarjo, beberapa waktu lalu.

Sari, sapaan akrabnya, mengatakan menurunnya secara drastis penggunaan jasa biro travelnya oleh instansi pemerintah diakibatkan kebijakan seperti PSBB, larangan berkerumun serta sikap kehati-hatian pemerintah masing-masing daerah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Selain itu, keluar masuk wilayah lain juga tak semudah di masa-masa sebelum pandemi.

Tur Wisata ke Sungei Wang, Malaysia
(Tour ke Malaysia bersama ibu-ibu PemKab Probolinggo. Foto : Ist/Dok Pri)

Kondisi ini tak pelak membuat biro travelnya sempat megap-megap. Untuk sekedar bertahan pun sangat sulit. Apalagi ia memiliki 5 karyawan tetap yang sebisa mungkin ia hindari mengurangi atau merumahkan mereka.

Setelah melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan usahanya, akhirnya terbersit di pemikiran Sari untuk menggali potensi dari apa yang tengah trending saat ini. Nggowes.

Kebijakan pembatasan dan anjuran Work from Home membuat sebagian kalangan berduit, pasar utama biro travel Sari sebelum pandemi, jenuh Mereka mencari aneka kegiatan yang dapat membunuh kejenuhan itu tetapi juga tidak meninggalkan sikap kehati-hatian terhadap penularan COVID-19. Salah satu kegiatan yang kini digilai mereka adalah bersepeda.

“Mereka ini ringan saja mengeluarkan duit untuk membeli sebuah sepeda yang harganya bisa mencapai jutaan, bahkan puluhan juta rupiah. Sayangnya tempat-tempat untuk bersepeda di kota besar seperti Surabaya ini ya di seputaran itu-itu saja. Lama-lama mereka akan bosan juga. Lalu cari-cari tempat bersepeda yang lebih menarik di luar kota,” kata Sari.

Crew AIS
(Crew AIS Perdana. Foto : Ist/Dok Pri)

Peluang inilah, lanjut ibu dua anak ini, yang ingin ia seriusi. Saat ini ia sudah membuat program perjalanan wisata yang memasukkan paket wisata bersepeda di dalamnya. Sejumlah daerah yang ditawarkan biro travelnya di antaranya Trawas, Pacet, Malang dan Batu. Sedang yang terjauh untuk sementara ini adalah ke Jogja.

“Dengan program-program ini mereka bisa pelesiran sekaligus nggowes ke tempat-tempat baru yang lebih menarik dan menantang. Untuk jarak dekat, pagi berangkat sore pulang. Untuk yang lebih jauh, bermalamnya di hotel atau penginapan yang berada di sekitaran tempat tujuan nggowes. Sedangkan kendaraannya bisa naik mobil, bis, atau kereta api, tergantung keinginan mereka. Yang penting bisa untuk mengangkut sepeda-sepeda mereka. Jadi ngga usah repot. Begitu sampai tempat tujuan, tinggal mancal sepedanya masing-masing,” urai Indah.

Demi menjamin kepuasan peserta yang mengikuti paket wisata bersepeda, akan ada tour guide atau pemandu yang secara khusus mendampingi mereka. Para pemandu ini sengaja direkrut dari kalangan pesepeda yang mengenal seluk beluk daerah wisata yang dituju.

“Karena pemandunya juga bersepeda, mereka yang mengikuti paket wisata nggowes ini jadi lebih rileks. Jadi kayak nggowes bareng. Bisa sama-sama merasakan sensasi bersepeda dan menikmati alam terbuka. Tapi unsur safety dan informasi tentang tempat-tempat yang dilalui juga dapat karena dipandu orang-orang yang mengenal betul daerah itu,” ujar alumni SMPN 12 Surabaya ini.

Paket-paket wisata nggowes yang ditawarkan AIS Perdana Nusantara Tour & Travel harganya bervariasi antara Rp 225 ribu hingga Rp 260 ribu. Bergantung pada jarak serta perlu bermalam atau tidak. Ada pun jumlah pesertanya maksimal 50 orang.

Paket Wisata Nggowes AIS Perdana

Paket Wisata-1
Paket Wisata-2
Paket Wisata-3
Paket Wisata-4

Untuk informasi lebih detil, dapat menghubungi :

Telephone : (031) 8668261

Fax : (031) 8668261

E-mail : aisperdana@yahoo.com

“Tur wisata bersepeda ini kami kemas dengan menggabungkan olahraga, fun, santai, sekaligus aman, jadi satu. Ini sesuai dengan motto yang kami usung, “Kepuasan Anda Merupakan Keutamaan Kami”.  Kepuasan pelanggan adalah nomor satu,” pungkas Indah Ratnasari. (ADV)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *