Berkah Ramadhan, Usaha Bucket Snack Mahasiswi di Ponorogo Ini Panen Pesanan

Berkah Ramadhan, Usaha Buket Snack Mahasiswi di Ponorogo Ini Panen Pesanan
(Dara Puspita alias Ree dengan bucket snack kreasinya. Credit: Dok Pri/Dara Puspita)

Rolasnews.com – Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi semua orang. Keberkahan Bulan Ramadhan tahun 2022 ini juga dirasakan oleh Dara Puspita, salah satu mahasiswi di STKIP PGRI Ponorogo. Pasalnya, usaha yang baru dirintisnya awal Maret lalu, sekarang mulai dikenal masyarakat dan mendapat banyak pesanan. Usaha yang dilakoni oleh mahasiswi semester 2 itu adalah membuat bucket snack.

“Alhamdulillah, berkah Ramadhan. Bulan ini pesanan bucket snack bertambah,” ujarnya, saat dihubungi lewat WhatsApp.

Read More

Bucket snack kreasinya terbilang unik dan kreatif. Snack atau camilan sederhana yang biasanya dijual di pasaran, ia rangkai menjadi sebuah buket cantik dan menarik yang laku dijual di masyarakat.

Gadis yang akrab disapa Ree tersebut menjelaskan bahwa ia mendapat ide membuat bucket snack dari video tutorial di YouTube.

Awal mula Ree membuatnya karena dia ingin mendapat tambahan uang untuk biaya hidup dan kuliah di Ponorogo. Gadis asal Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri ini tidak mau membebani orang tuanya di kampung halaman.

“Awalnya tuh, karena bingung. Aku ingin dapat tambahan uang. Ingin cari uang sendiri, enggak minta lagi sama orang tua. Trus, aku nyoba-nyoba, usaha apa yang bisa aku bikin sendiri dan enggak bakalan mati. Maksudnya bisa menghasilkan uang kapan aja,” jelas gadis berkacamata ini.

Akhirnya, ia mencari dan melihat video tutorial membuat bucket snack di YouTube. Setelah itu, ia mencoba membuatnya sendiri sebab bahan dan alat yang dibutuhkan mudah didapatkan. Harganya pun sangat terjangkau dan proses pembuatannya tidak rumit.

Sebagai percobaan pertama, gadis berhijab tersebut membuat bucket snack untuk temannya. Kebetulan awal maret 2022 lalu, temannya berulang tahun. Setelah membeli bahan-bahan dan mencoba membuatnya sendiri, ia terkesan dengan hasil kreasinya.

“Pas temanku ulang tahun, aku coba buat buket snack. Trus, kok, ini buatnya gampang dan hasilnya bagus banget. Dari situ aku mulai membuat buket snack dan menjualnya,” paparnya.

Warna warni bucket snack Ree
(Warna warni bucket snack yang dirangkai Ree. Credit: Dok Pri/Dara Puspita)

Baca Juga : 

Berawal Dari Hobi, Devin dan Sin Mantap Tekuni Budidaya Ikan Koi

Bahan-bahan untuk membuat bucket snack yaitu berbagai macam snack, kardus bekas, tusuk sate atau stik es krim sebagai landasan untuk menempelkan snack.

Ree menjelaskan kalau dia lebih suka menempelkan snack dengan lem tembak daripada dengan double tape. Karena jika memakai double tape hanya lengket saat di awal saja dan tidak bertahan lama.

Lalu, untuk wrapping dia menggunakan kain spunbond atau kertas cellophane. Kemudian, rangkaian snack yang telah ditempel ditusuk sate dan dibungkus tersebut, dihiasi dengan pita satin agar lebih cantik dan menarik. Untuk packing, dia menggunakan kardus bekas yang masih bagus dan layak pakai. Tujuannya agar kain atau kertas buket snack tidak kusut saat dikirim ke pembeli.

“Bahan utamanya jelas snack. Dan ada juga bahan-bahan lainnya yang aku beli di pasar atau toko di sekitar Ponorogo. Menurutku, harganya lebih murah dan lebih terjangkau daripada di Tirtomoyo, Wonogiri,” ungkap anak kedua dari dua bersaudara ini.

Harga yang dia tawarkan untuk satu buket snack terbilang murah, tergantung request atau permintaan pembeli.

Ada harga Rp5000, Rp15.000, Rp18.000 atau Rp20.000. Dia juga pernah membuat buket snack dengan harga paling mahal sekitar Rp140.000. Selain berisi snack, Ree juga melayani jika pembeli ingin buketnya ditambah boneka. Tentu saja harganya lebih mahal daripada buket snack biasa. Jenis snack yang digunakan pun berbeda-beda, tergantung budget harga dari pembeli.

“Aku buatnya ‘made by order’. Misalnya ada yang pesan buket harga Rp15.000 trus dia request jenis snacknya. Ya, aku carikan snacknya apa saja dan buatkan sesuai harganya,” katanya.

Sampai saat ini, pembelinya lebih banyak membeli buket yang harganya Rp18.000. Mereka rata-rata berusia sekitar belasan tahun sampai awal dua puluh tahun. Kebanyakan pembelinya berasal dari daerah asalnya yaitu Tirtomoyo, Wonogiri. Selain itu, teman-temannya di kampus juga banyak yang memesan.

Di bulan Ramadhan ini, gadis berusia 21 tahun tersebut mengatakan jika ada peningkatan jumlah pesanan bucket snack. Hal tersebut karena ia mempromosikan dagangannya di salah satu marketplace yaitu Shopee.

Menurutnya, lewat akun toko bernama ReeSGift, pembeli mulai melirik dagangannya sejak tergabung di sana.

“Kadang ada 4 pesanan, kadang 5 pesanan dalam satu hari. Enggak tentu, sih,” jelasnya.

Baca Juga : 

Sembari KKN, Mahasiswi Untag Surabaya Jadi Relawan COVID-19

Selain melalui marketplace, Ree juga memasarkan kreasinya lewat WhatsApp dan dari mulut ke mulut, yaitu melalui teman atau saudaranya. Ia juga baru membuat akun Instagram untuk mempromosikan usahanya yaitu ReeSGift.
Bucket Snack Ree
(Tampilan menarik dengan harga terjangkau, membuat bucket snack Ree kini kebanjiran pesanan. Credit: Dok Pri/Dara Puspita)

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu bucket snack terbilang singkat, yakni sekitar 15 menit. Dalam proses pembuatannya, ia mengerjakan sendiri di saat waktu luang. Seperti setelah pulang kuliah, sebelum berangkat kuliah, atau saat libur. Jika ada tugas kuliah, ia mengerjakan tugasnya terlebih dahulu, kemudian baru membuat bucket.

Pembeli bucketnya kebanyakan memesan untuk diberikan pada orang tersayang. Seperti diberikan ke pacar sebagai kado ulang tahun. Ada juga yang memesan untuk acara wisuda atau kelulusan. Ia juga pernah menerima pesanan dari pelanggan yang membeli buket snack untuk dirinya sendiri.

“Pernah ada yang beli untuk diri sendiri. Katanya, sih, sebagai apresiasi untuk diri sendiri,” tutur mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini.

Ree berharap usaha yang baru dimulainya bisa lebih maju dan lebih sukses lagi juga bertahan lama. Saat ini, ia mencoba merambah marketplace lainnya untuk memasarkan dagangannya. Uang hasil penjualan ia gunakan untuk biaya kuliah dan modal membeli bahan buket lagi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 comments