Jaringan Narkoba Global Beroperasi di Filipina

Jaringan Narkoba Global Beroperasi di Filipina
Penggagalan penyelundupan shabu dari Laos ke Filipina via pesawat jet pribadi. (IG)

Rolasnews.com – Otoritas Filipina memastikan bahwa setidaknya lima hingga enam jaringan narkoba transnasional aktif beroperasi di negara itu. Informasi ini diungkapkan pejabat senior Kepolisian Nasional Filipina (PNP) kepada Ketua Komite Narkoba Berbahaya House of Representatives, Rep. Mark Anthony Santos, menyusul briefing terkait gagalnya penyelundupan 521 kilogram shabu (metamfetamin kristal) senilai sekitar ₱3,5 miliar (Rp995,4 miliar) dari Laos menggunakan pesawat jet pribadi awal bulan ini.

Menurut sumber penegak hukum yang tidak ingin disebutkan namanya, kelompok-kelompok yang terlibat meliputi:

  • Sam Gor (juga dikenal sebagai “The Company”). Merupakan aliansi lima triad utama Tiongkok: 14K Triad, Bamboo Union (United Bamboo Gang), Big Circle Gang, Sun Yee On, dan Wo Shing Wo. Pemimpinnya diyakini berbasis di Hong Kong dan Taiwan. PDEA menyebut jaringan ini menguasai 40–70 persen pasar metamfetamin di Asia-Pasifik dan menghasilkan lebih dari US$17 miliar (Rp307,53 triliun) per tahun. Sam Gor sebelumnya juga dikaitkan dengan tumpukan shabu yang ditemukan mengapung di perairan Zambales, Pangasinan, dan Ilocos.
  • Kelompok perdagangan narkoba Tiongkok dan Tiongkok-Filipina.
  • Jaringan narkoba Afrika Barat.
  • Organisasi kriminal Meksiko, termasuk Kartel Sinaloa.

PDEA juga pernah mengidentifikasi Dragon Wu International Drug Syndicate sebagai operator laboratorium rahasia di Batangas dan Malabon pada 2018.

Kasus Laos menjadi pemicu penyelidikan lebih dalam. Interior Secretary Jonvic Remulla mendorong Kongres untuk mengkategorikan sindikat narkoba sebagai jaringan teroris. Hal ini agar memudahkan berbagi intelijen dan pelacakan transaksi keuangan lintas negara.

Kerja sama intelijen regional sebelumnya membantu Laos menggagalkan pengiriman tersebut.

Keberadaan jaringan internasional ini bukan fenomena baru. Filipina telah lama menjadi pasar dan transit penting metamfetamin di Asia Tenggara, dengan keterlibatan sindikat Tionghoa, Afrika Barat, dan Meksiko yang berulang kali dilaporkan. Akan tetapi pengakuan resmi pejabat tinggi baru-baru ini menegaskan besarnya skala dan keragaman ancaman yang dihadapi negara tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *