HSI Geledah Rumah Ilhan Omar di Washington Terkait Dugaan Penipuan Dokumen Imigrasi

HSI Geledah Rumah Ilhan Omar di Washington Terkait Dugaan Penipuan Dokumen Imigrasi
Agen HSI membawa keluar kotak berisi dokumen imigrasi. Inzet: Ilhan Omar. (X)

Rolasnews.com – Sejumlah agen Homeland Security Investigations (HSI) menggeledah rumah politisi Demokrat, Ilhan Omar, di kawasan Washington, D.C. pada Senin (12/10/2026) waktu setempat. Penggeledahan itu dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan kriminal federal yang sedang berlangsung.

Menurut pernyataan resmi juru bicara Departemen Kehakiman (DOJ), HSI (unit investigasi kriminal di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS) “tengah melaksanakan surat perintah penggeledahan yang disahkan pengadilan” di rumah Omar di di Washington.

Aksi ini, lanjut DOJ, merupakan “bagian dari penyelidikan kriminal federal yang sedang berlangsung.”

Tetangga melaporkan suara ketukan pintu sekitar pukul 04.30, dan agen terlihat membawa kotak keluar rumah.

Kongres saat ini sedang reses, dan belum jelas apakah Omar berada di rumah saat itu.

Tidak ada detail lebih lanjut yang dirilis secara resmi. Juga belum ada tuduhan atau dakwaan yang diumumkan.

Dikutip dari berbagai sumber seperti Fox News, Reuters, AP, tindakan penyelidikan tersebut terkait dugaan penipuan imigrasi, khususnya dokumen imigrasi yang diisi ayah Omar (sudah meninggal) saat ia masih anak-anak.

Sebagai informasi, Omar lahir di Somalia, tiba di AS sebagai pengungsi pada usia 12 tahun, dan menjadi warga negara naturalisasi. Klaim lama tentang pernikahan terkait saudara (yang selalu dibantah Omar) juga sempat disebut pejabat administrasi Trump sebelumnya. Meski demikian, fokus laporan terbaru lebih pada dokumen masa kecil.

Ilhan Omar: Saya Baik-Baik Saja

Omar, anggota Partai Demokrat dari Minnesota yang dikenal sebagai kritikus vokal Presiden Donald Trump, merespons di media sosial.

“Saya baik-baik saja. Jangan salah paham: ini adalah upaya menarget musuh politik dan mempersenjatai penegakan hukum federal,” tulisnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ilhan Omar (@ilhanmn)


Timnya menyebut aksi itu “penyalahgunaan kekuasaan yang mencolok” dan eskalasi intimidasi politik pada musuh-musuh Trump.

Penggeledahan terjadi kurang dari sebulan sebelum pemilu midterm 3 November 2026, di mana Omar mencalonkan diri kembali.

Sejumlah pejabat administrasi Trump sebelumnya sudah menyatakan ada penyelidikan terhadapnya. Sementara pihak Demokrat mengecamnya sebagai penyalahgunaan aparat untuk kepentingan politik.

Berbeda dengan Immigration and Customs Enforcement (ICE), HSI fokus pada investigasi kriminal. Surat perintah penggeledahan memerlukan persetujuan hakim.

Hingga saat ini, tidak ada bukti publik yang dirilis yang membuktikan pelanggaran, dan Omar bersikeras tidak bersalah.

Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada hasil penyelidikan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *