Dikecam Netizen China, Hello Kitty Putus Kerja Sama dengan Drama Jepang Vivant

Dikecam Netizen China, Hello Kitty Putus Kerja Sama dengan Drama Jepang Vivant
Karakter Hello Kitty di serial drama Jepang, banjir kritikan di China. (AI generated/X)

Rolasnews.com – Sanrio, perusahaan di balik Hello Kitty dan banyak karakter populer lainnya, resmi menghentikan kerja sama dengan drama Jepang Vivant (juga dikenal sebagai Beppan). Keputusan ini diambil setelah perusahaan dikritik keras oleh warganet di China.

Pada 28 Oktober 2026, akun resmi Sanrio China di Weibo (@HelloKitty_Sanrio) mengumumkan keputusan tersebut.

Perusahaan mengaku menerima banyak masukan terkait produk kolaborasi dan menyatakan permintaan maaf atas kekhawatiran yang timbul, dan menegaskan bahwa konten terkait kolaborasi tersebut mengandung “ekspresi yang tidak sesuai dengan filosofi perusahaan Sanrio Group.”

Karena itu, Sanrio menghentikan kolaborasi ini beserta semua proyek dan kegiatan promosi lanjutannya. Sanrio juga berjanji akan memperketat proses peninjauan untuk kerja sama di masa depan.

Dianggap Memutarbalikkan Sejarah

Vivant musim kedua diproduksi TBS dan dibintangi Masato Sakai, Hiroshi Abe, dan Koji Yakusho.

Ceritanya tentang organisasi intelijen rahasia Jepang. Sejumlah media di China, termasuk media resmi seperti CCTV News dan Global Times, menilai serial ini menggambarkan organisasi China secara negatif. Adegan kekerasannya, seperti pemotongan jari dan penusukan, dianggap mirip cara yang dulu dipakai tentara Jepang saat menginvasi China.

Serial ini juga dituduh memutarbalikkan sejarah, merendahkan China, dan menyebarkan narasi “ancaman China.”

Kerja sama Sanrio dan Vivant sudah berjalan sejak Juli 2026. Hello Kitty, My Melody, dan karakter lain tampil dengan kostum ala tokoh drama bertema mata-mata, lalu dijual sebagai produk edisi terbatas seperti boneka, aksesoris, dan merchandise lainnya.

Ketika kritik terhadap drama ini makin ramai, kemarahan publik pun memuncak. Banyak warganet menolak karakter Sanrio yang “imut dan menenangkan” dikaitkan dengan konten yang dianggap bermuatan politis dan sensitif secara sejarah.

China merupakan pasar penting bagi Sanrio. Keputusan perusahaan mencerminkan sensitivitas terhadap reputasi merek di pasar tersebut serta kuatnya tekanan opini publik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *