Politisi Singapura Ini Singgung Ketergantungan Internet Indonesia, Menkomdigi Ingatkan Saling Bergantung

Politisi Singapura Ini Singgung Ketergantungan Internet Indonesia, Menkomdigi Ingatkan Saling Bergantung
Calvin Cheng-Meutya Hafid. (FB/X)

Rolasnews.com – Mantan anggota parlemen (Nominated Member of Parliament) Singapura Calvin Cheng mengunggah infografis di akun X (@calvinelcheng) berjudul “Indonesia’s Internet Dependence on Singapore” (Ketergantungan Internet Indonesia pada Singapura). Infografis itu menyebutkan sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura (melalui data center, cloud, dan kabel bawah laut).

Dalam unggahannya tersebut, ia menambahkan kata singkat “Cut?” (Potong?).


Unggahan itu langsung viral dan memicu reaksi warganet Indonesia. Cheng kemudian mengklarifikasi bahwa Singapura adalah negara beradab dan taat hukum, serta “jelas tidak akan melakukan ini”.

Pernyataan Cheng muncul di tengah isu pengurangan pasokan gas alam Indonesia ke Singapura (mulai sekitar 24 Oktober 2026). Pengurangan pasokan gas tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Banyak pihak menafsirkan unggahan “Cut?” sebagai sindiran atau isyarat balasan terkait kebijakan gas tersebut. Meski demikian, Cheng tidak secara eksplisit menyatakan ancaman resmi.

Menkomdigi: Kita Tidak Perlu Geram

Menkomdigi Meutya Hafid merespons melalui Instagram dan pernyataan kepada media (27 Oktober 2026).

Menurut Menkomdigi, sebagian besar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura justru melewati perairan Indonesia. Sehingga jika kabel dipotong atau terganggu, 80 persen kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh.

Tak hanya itu, Meutya juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pasar digital besar, 267 juta pengguna internet atau penduduk 47 kali lipat Singapura). Tentunya hal ini menjadi pertimbangan bagi investasi teknologi global di Singapura.

Oleh karenanya, ia menambahkan, tidak perlu membuat narasi aneh-aneh yang justru akan merugikan kedua negara.


Setelah menuai respon keras dan kritikan pedas netizen Indonesia, Cheng melunakkan pernyataannya dengan mengatakan bahwa Singapura, Malaysia dan Indonesia adalah negara tetangga dekat. Saling bergantung sama lain.

Menurutnya, negara-negara tetangga semestinya saling bekerja sama untuk kebaikan bersama.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *