Rolasnews.com – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (State Department) mengonfirmasi pada Selasa (27/10/2026) bahwa mereka akan mengeluarkan visa untuk Flávio Bolsonaro, senator dan calon presiden Brasil yang kalah, beserta keluarganya, serta mengizinkan mereka masuk ke wilayah AS. Konfirmasi itu disampaikan pejabat senior yang berbicara dengan syarat anonimitas sesuai aturan privasi visa, seperti dilaporkan AP, Reuters dan media internasional lainnya.
Flávio Bolsonaro kalah dalam putaran kedua pemilihan presiden Brasil pada Minggu (25/10/2026) dari Presiden Luiz Inácio Lula da Silva yang merupakan petahana.
Putra dari mantan presiden Jair Bolsonaro itu belum mengakui kekalahannya secara resmi.
Baca Juga:
Lula da Silva Menangi Pilpres Brasil, Unggul 4,4 Juta Suara Lawan Flávio Bolsonaro
Situasinya berkembang cepat. Sehari setelah itu, Menteri Mahkamah Agung Federal (STF) Alexandre de Moraes memerintahkan penyerahan paspor biasa dan diplomatiknya dalam waktu 24 jam. STF juga melarangnya meninggalkan Brasil.
Keputusan itu terkait penyelidikan dugaan pencucian uang dan penghindaran devisa yang melibatkan Bolsonaro. Namun ia membantah semua tuduhan tersebut.
Paspornya kemudian dibatalkan oleh Polisi Federal setelah tenggat waktu berlalu tanpa penyerahan dokumen.
Sumber-sumber yang dekat dengan keluarga dan pejabat AS menyatakan bahwa Bolsonaro telah meninggalkan Brasil bersama istri dan dua putrinya. Tujuannya adalah ke Amerika Serikat.
Beberapa laporan menyebutkan kemungkinan rute melalui Argentina. Otoritas Argentina menyatakan tidak memiliki catatan resmi masuknya.
Lokasi pastinya di AS belum dikonfirmasi secara resmi, kendati ada laporan bahwa ia tiba di Florida.
Tidak ada indikasi bahwa Flávio Bolsonaro sebelumnya dilarang memasuki Amerika Serikat.
Pembatasan yang berlaku adalah perintah pengadilan Brasil yang melarangnya keluar dari negaranya sendiri. Keputusan AS untuk mengeluarkan visa dan mengizinkan masuk terjadi dalam konteks pemerintahan Presiden Donald Trump, yang sebelumnya menunjukkan dukungan tacit terhadap Bolsonaro selama kampanye.
Pemberian visa AS bagi Bolsonaro ini berpotensi memperburuk ketegangan diplomatik antara Brasil dan AS.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai jenis visa yang akan diberikan atau apakah terdapat permohonan suaka politik.
Bolsonaro masih menjabat sebagai senator hingga 2027.






