Rolasnews.com – Hanya lima hari setelah resmi bertugas menggantikan Karoline Leavitt, Juru Bicara (Jubir) Gedung Putih Katie Zacharia, langssung dilengserkan dari jabatannya oleh Donald Trump. Keputusan pencopotan mendadak ini menambah daftar panjang pergantian pejabat kilat di era pemerintahan Trump. Ini juga menjadi masa jabatan terpendek dalam sejarah modern Jubir Gedung Putih, mengalahkan rekor Anthony Scaramucci (11 hari) di masa Trump sebelumnya.
Penyebab utama dari pemberhentian singkat ini bermula pada sorotan tajam publik dan media terhadap latar belakang Zacharia.
Trump awalnya memperkenalkannya sebagai seorang “pengacara” (attorney). Namun, investigasi media dengan cepat mengungkap bahwa Zacharia tidak pernah lulus ujian advokat (bar exam) di California. Dengan demikian ia tidak berhak mempraktikkan hukum sebagai pengacara profesional di AS.
Pernyataan Zacharia dalam wawancara lanjutan yang mengklaim dirinya lulus ujian hukum di luar negeri serta disarankan menggunakan sebutan lawyer alih-alih attorney, justru makin memperkeruh kredibilitasnya di mata publik dan insan pers.
Canggung dan Kurang Percaya Diri
Selain isu kredensial, penampilan perdana Zacharia dalam sesi pengarahan pers (press briefing) Gedung Putih dinilai buruk dan canggung oleh para pengamat politik.
Briefing perdana itu berlangsung sangat singkat, sekitar 14 menit, dengan Zacharia banyak membaca skrip. Ia tampak gugup dan kewalahan merespons pertanyaan wartawan serta tidak mampu menguasai isu-isu kunci kebijakan pemerintahan.
Dalam debut perdananya sebagai Jubir Gedung Putih tersebut, ia hanya menjawab tiga pertanyaan dari media yang cenderung bersahabat seperti Breitbart, Fox News, dan Daily Mail.
Tak heran jikan penampilannya dikritik luas sebagai goyah dan kurang percaya diri.
Ketika dikritik mengenai performanya di stasiun televisi Fox News, Zacharia membela diri. Ia berdalih bahwa ia melangkah ke ruang jumpa pers dengan waktu persiapan yang sangat minim.
Baca Juga:
Karoline Leavitt Mundur dari Gedung Putih, Prioritaskan Keluarga Usai Lahirkan Anak Kedua
Presiden Donald Trump secara terbuka mengakui telah menyarankan Zacharia untuk mempertimbangkan kembali posisinya sebelum keputusan final diambil.
“Saya katakan padanya: ‘Jujur saja Katie, jika saya jadi kamu, saya akan mempertimbangkan kembali. Kamu punya keluarga dan suami yang luar biasa, kamu tidak perlu melalui semua (serangan media) ini,'” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih sebelum bertolak ke Georgia.
Pihak Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Zacharia kini tengah dalam proses “transisi keluar” dari peran Sekretaris Pers.
Trump menyatakan tidak terburu-buru untuk menunjuk pengganti permanen. Saat ini ia tengah mempertimbangkan sejumlah kandidat baru untuk mengisi posisi juru bicara tersebut.






