Karoline Leavitt Mundur dari Gedung Putih, Prioritaskan Keluarga Usai Lahirkan Anak Kedua

Karoline Leavitt Mundur dari Gedung Putih, Prioritaskan Keluarga Usai Lahirkan Anak Kedua
Karoline Leavitt. (X)

Rolasnews.com – Presiden Donald Trump pada Rabu (12/8/2026) waktu setempat, mengumumkan Press Secretary (Jurubicara) Gedung Putih, Karoline Leavitt, akan meninggalkan posisinya pada akhir Agustus. Alasan utama yang disampaikan adalah keinginan untuk lebih banyak waktu bersama keluarga, khususnya kedua anaknya yang masih kecil.

Leavitt, yang kini berusia 28 tahun, menjadi Press Secretary termuda dalam sejarah Amerika Serikat saat dilantik di awal masa jabatan kedua Trump pada 2025. Ia telah menjabat sekitar 18–19 bulan.

Read More

Dalam posting di Truth Social, Trump menyebutnya sebagai “salah satu staf paling tepercaya”. Trump juga memuji kinerjanya sebagai “salah satu White House Press Secretary terbaik dalam sejarah jabatan ini.”

“Ia akan meninggalkan perannya di akhir bulan agar bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anaknya yang cantik dan keluarga. Keputusan yang sepenuhnya saya pahami dan hormati,” tulis Trump.

Trump menambahkan bahwa Leavitt akan tetap menjadi salah satu penasihat luar teratasnya serta “suara berpengaruh di Partai Republik” menjelang pemilihan midterm (sela) November 2026.

Fokus Keluarga

Leavitt sendiri membenarkan keputusan itu melalui pernyataan panjang di X (dulu Twitter). Ia menyebut masa jabatannya sebagai “kehormatan dan petualangan seumur hidup.”

Namun, setelah kembali bekerja dari cuti melahirkan pada pertengahan Juli atau hanya beberapa minggu setelah kelahiran anak perempuannya, Viviana, pada Mei 2026, ia merasa tidak bisa memberikan yang terbaik sebagai ibu sekaligus menjalankan tuntutan pekerjaannya yang sangat berat dan intens.

“Sejak kembali ke Gedung Putih setelah kelahiran putri saya, saya merasa di hati bahwa saya tidak bisa menjadi ibu terbaik yang pantas diterima kedua anak saya sambil mencurahkan waktu, energi, dan perhatian terus-menerus yang dibutuhkan sebagai White House Press Secretary. Itulah sebabnya saya akhirnya membuat keputusan pahit manis untuk meninggalkan Gedung Putih dan memulai babak baru,” tulis Leavitt.

Ia menekankan akan tetap menjadi advokat vokal bagi gerakan MAGA dan Partai Republik, serta melanjutkan peran sebagai penasihat luar Trump.


Pengunduran diri ini terjadi di tengah tantangan bagi pemerintahan Trump. Termasuk rating persetujuan yang lemah, isu ekonomi, dan konteks politik menjelang midterm. Hingga pengumuman, belum ada nama pengganti yang disebutkan.

Selama cuti melahirkan Leavitt sebelumnya, briefing press sempat jarang diadakan dan beberapa pejabat kabinet bergantian mengisi peran sementara.

Leavitt dikenal sebagai pembela Trump yang tegas dan sering berhadapan langsung dengan media. Kariernya bersama Trump sudah berlangsung sejak periode pertama, termasuk di kampanye 2024.

Kepergian Karoline Leavitt dari podium Gedung Putih menandai pergantian signifikan di jajaran komunikasi kepresidenan, meski ia tetap berada dalam lingkaran politik Trump.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *