Rolasnews.com – TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, mencapai kesepakatan penyelesaian dengan negara bagian Alabama, Amerika Serikat, pada Jumat, 25 September 2026. Dalam perjanjian tersebut, platform media sosial ini akan membayar minimal US$100 juta kepada Alabama dan menerapkan sejumlah pembatasan ketat bagi pengguna muda di wilayah itu. Kesepakatan ini dicapai hanya beberapa hari sebelum sidang pengadilan yang dijadwalkan dimulai Senin pekan depan.
Jaksa Agung Alabama Steve Marshall mengumumkan bahwa pembayaran minimum US$100 juta harus dilunasi dalam 45 hari. Jumlah tersebut berpotensi meningkat hingga US$300 juta jika kondisi tertentu terpenuhi, termasuk jika sekitar 40 jaksa agung negara bagian lain menandatangani perjanjian serupa dalam jangka waktu yang ditentukan.
Sebagian sumber menyebut total pembayaran langsung sekitar US$116,2 juta (termasuk biaya hukum), dengan potensi tambahan yang signifikan.
Gugatan Alabama yang diajukan tahun 2025 menuduh TikTok merancang platformnya dengan fitur adiktif, mengekspos pengguna muda pada konten berbahaya yang berdampak pada kesehatan mental, serta menyesatkan publik mengenai keamanan aplikasinya.
Kasus ini menjadi salah satu yang paling maju di antara gelombang tuntutan serupa terhadap platform media sosial di berbagai negara bagian AS.
Pembatasan bagi Pengguna Remaja
Sebagai bagian dari penyelesaian, TikTok wajib menerapkan berbagai fitur keselamatan khusus untuk pengguna remaja (umumnya usia 13–17 tahun) di Alabama, antara lain:
- Batas waktu penggunaan harian default selama dua jam (dengan pengecualian tertentu seperti pencarian, pesan, pengaturan, dan video berdurasi lebih panjang). Orang tua dapat membatasi lebih lanjut.
- “Productive pauses” atau jeda produktif yang menghentikan penggunaan terus-menerus setelah 15 menit, serta pada 60 dan 90 menit, untuk mengurangi scrolling tanpa henti.
- Pembatasan akses malam hari dari pukul 00.00 hingga 06.00, plus batasan notifikasi dan pesan di malam hari serta selama jam sekolah.
- Larangan total penggunaan filter kosmetik (yang mengubah wajah secara signifikan) bagi pengguna remaja.
- Feed konten default non-personalisasi (bukan berdasarkan algoritma rekomendasi penuh).
- Kontrol orang tua yang lebih kuat dan mudah digunakan, verifikasi usia yang lebih ketat, pembatasan penemuan akun remaja oleh orang dewasa, serta notifikasi kepada orang tua jika ada interaksi mencurigakan.
Perubahan-perubahan ini umumnya mulai diterapkan secara bertahap pada 2027.
Baca Juga:
Fiji Siapkan RUU Batasi Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun
TikTok tidak mengakui kesalahan dalam penyelesaian ini.
Juru bicara TikTok menyatakan bahwa prioritas perusahaan selalu menciptakan ruang yang aman dan positif bagi kreativitas serta komunitas pengguna.
Sementara itu, Marshall menyebut kesepakatan ini sebagai “hari yang baik bagi orang tua di Alabama” dan kemenangan dalam melindungi anak-anak dari bahaya kecanduan media sosial.
Penyelesaian ini menandai kesepakatan pertama TikTok dengan sebuah negara bagian dalam rangkaian litigasi terkait dampak platform terhadap kesejahteraan remaja. Hal ini terjadi tidak lama setelah Meta (pemilik Facebook dan Instagram) mencapai kesepakatan besar serupa senilai miliaran dolar dengan puluhan negara bagian.






