Rolasnews.com – Kota wisata bersejarah Krakow, selatan Polandia, diguncang aksi kekerasan penembakan membabi buta pada Sabtu (7 November 2026) sore. Seorang pria Polandia berusia 25 tahun menembaki orang-orang secara acak dari dalam mobil di Rynek Główny (Main Market Square), kawasan pusat yang ramai wisatawan. Enam orang dinyatakan tewas dan setidaknya 16 orang lainnya terluka.
Menurut polisi setempat, kejadian bermula sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Pelaku mengemudikan mobil masuk ke alun-alun utama dan langsung menembaki pejalan kaki secara membabi buta. Empat wanita dan dua pria tewas di lokasi.
Di antara korban tewas terdapat seorang warga negara Inggris, tiga warga Polandia, serta dua orang yang belum diidentifikasi.
Dari 16 orang yang dirawat di rumah sakit terdapat dua petugas polisi yang terluka saat berusaha menghentikan pelaku. Salah satunya dalam kondisi kritis setelah terkena tiga tembakan. Juga ada lima warga asing dan sisanya warga lokal.
Pelaku sendiri juga terluka setelah saling tembak dengan polisi di dekat persimpangan Jalan Dietla dan Stradomska, lalu dibawa ke rumah sakit dalam tahanan.
Pelaku, warga negara Polandia kelahiran yang berasal dari wilayah Ostrowiec Świętokrzyski (sekitar 190 km utara Krakow). Ia mengenakan pakaian bergaya militer dan membawa senjata api setingkat militer, termasuk senapan semi-otomatis mirip AR-15. Di dalam mobilnya ditemukan banyak senjata dan amunisi tambahan.
Polisi menegaskan hanya ada satu pelaku.
3 Mayat di Rumah Pelaku
Malam harinya, polisi yang menggeledah rumah pelaku menemukan tiga jenazah, dua wanita dan seorang pria. Perdana Menteri Donald Tusk mengatakan banyak indikasi bahwa mereka adalah anggota keluarga dekat pelaku.
Tusk menyebutnya kejadian tersebut sebagai bentuk terorisme yang belum pernah terjadi dalam skala setragis itu di Polandia dalam beberapa dekade terakhir.
Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwiński menyatakan bahwa pelaku “terpengaruh ideologi far-right” dan memiliki pandangan “sangat radikal serta ultra-nasionalis”.
Sementara Menteri Pertahanan Władysław Kosiniak-Kamysz menyebut kejadian ini sebagai “aksi teror”.
Kota Krakow menetapkan masa berkabung resmi hingga Rabu, pekan depan. Pemerintah Polandia juga mengumumkan dua hari berkabung nasional.
Investigasi masih terus berlangsung untuk mengungkap motif lengkap dan latar belakang pelaku.
Peristiwa ini menjadi salah satu penembakan paling mematikan di Polandia dan mengguncang rasa aman di salah satu destinasi wisata paling populer di Eropa Tengah.






