Rolasnews.com – Seorang warga negara Singapura berusia 29 tahun, Lincoln Ng Jing Kai, dijatuhi hukuman lima tahun sembilan bulan penjara oleh Mahkamah Agung Western Australia, Senin (2/11/2026). Ia dinyatakan bersalah melakukan manslaughter (pembunuhan tidak berencana) setelah menabrak hingga menewaskan Mark John Burnes, pria yang sebelumnya mencuri ransel dari mobil rental Lincoln Ng.
Ng awalnya didakwa pembunuhan. Akan tetapi pada Agustus 2026 mengakui dakwaan lebih ringan berupa manslaughter setelah jaksa menerima pengakuan tersebut. Hukuman dihitung sejak ia ditahan pada 24 Mei 2024. Ia berhak mengajukan pembebasan bersyarat setelah menjalani tiga tahun sembilan bulan.
Insiden bermula pada 23 Mei 2024. Ng sedang berlibur delapan hari di Perth bersama kekasih dan keluarganya. Mereka merencanakan perjalanan tersebut sebagai momen untuk melamar.
Saat makan malam di East Victoria Park, ransel berisi paspor, iPad, uang tunai, dan pelacak AirTag ditinggalkan di bagasi mobil rental.
Mark John Burnes lalu memecahkan kaca belakang mobil dan membawa lari ransel tersebut.
Keesokan harinya, teman-teman Ng melacak posisi AirTag hingga dekat sebuah lokasi konstruksi di kawasan Carlisle.
Saat Burnes melintas dengan sepeda listrik sambil membawa ransel yang diduga hasil curian, calon ayah mertua Ng meminta agar mereka mengikuti. Ng kemudian mengejar Burnes selama sekitar 10 menit, sementar saudara kekasihnya terus berkoordinasi dengan polisi melalui telepon.
Di pinggir jalan berumput, Ng tanpa pikir panjang menabrak roda belakang sepeda listrik Burnes hingga korban terjatuh.
Baca Juga:
Pemain Bola Thailand Tewas Tersambar Petir di Tengah Pertandingan Regional
Keliru Injak Gas
Saat Burnes berdiri dan diduga bersikap agresif, Ng yang mengira mobil dalam posisi mundur justru menginjak gas. Kendaraan maju, menabrak Burnes, lalu menyeretnya sejauh sekitar 25 meter di bawah roda depan.
Saksi mata berusaha menghentikan dengan berteriak dan memukul jendela mobil. Ng kemudian memundurkan kendaraan hingga korban terlepas. Burnes dinyatakan meninggal di rumah sakit pukul 14.42 waktu setempat akibat luka-luka parah.
Ng ditangkap di lokasi kejadian.
Dalam putusannya, Hakim Terence Palmer menyatakan bahwa tindakan Ng mengandung unsur “main hakim sendiri” dan “vigilantism”, meskipun ia tidak bermaksud menyebabkan cedera serius dan menunggu kedatangan polisi.
Hakim mengakui adanya tekanan situasional dan pengaruh dari calon mertua. Namun hakim juga menekankan bahwa Ng sebagai pengemudi tetap memegang kendali penuh.
Pengakuan bersalah, ketiadaan catatan kriminal sebelumnya, penyesalan tulus, serta prospek rehabilitasi yang baik, menjadi faktor-faktor yang meringankan hukuman Ng.






