Mentan Klaim Ketersediaan Beras Aman 10 Bulan ke Depan di Tengah Ancaman El Nino dan Dinamika Global

Mentan Klaim Ketersediaan Beras Aman 10 Bulan ke Depan di Tengah Ancaman El Nino dan Dinamika Global
Mentan Amran Sulaiman. (X)

Rolasnews.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 25 juta ton, yang menurutnya cukup untuk kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan (hingga Juli–Agustus 2027).

Pernyataan itu disampaikan dalam beberapa kesempatan pada akhir Oktober 2026. Termasuk dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan laporan kepada Presiden.

Amran menjelaskan rinciannya: standing crop (perkiraan produksi padi yang masih di lahan) sekitar 10 juta ton, stok di sektor hotel-restoran-katering (horeka) serta rumah tangga sekitar 10 juta ton, dan cadangan di Perum Bulog sekitar 4,5 juta ton. Total dibulatkan menjadi sekitar 25 juta ton.

Dengan asumsi kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, angka tersebut diklaim mencukupi untuk 10 bulan.

Mentan juga menekankan bahwa stok Bulog merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Indonesia tidak mengimpor beras medium pada 2025 dan menargetkan kondisi serupa di 2026, serta menempatkan klaim ini dalam konteks antisipasi El Nino.

Perlu diketahui bahwa angka 25 juta ton bukan semata cadangan beras siap salur di gudang pemerintah. Sebagian besar merupakan estimasi potensi produksi di lahan dan stok yang tersebar di masyarakat serta sektor usaha. Stok aktual di Bulog yang lebih mudah diverifikasi berada di kisaran 4,5 juta ton. Beberapa laporan media menyoroti perbedaan antara total ketersediaan yang diklaim dengan cadangan fisik yang tersedia di gudang.

Klaim ini muncul di tengah upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dalam antisipasi El Nino. Juga menghadapi dinamika global, bahkan sejumlah negara dilaporkan mengimbau warganya untuk menyiapkan cadangan darurat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *