Presiden Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB Gantikan Suharyanto

Presiden Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB Gantikan Suharyanto
Presiden Prabowo Subianto melantik Kepala BNPB serta sejumlah pejabat lain di Istana Negara, Kamis (15/10/2026). (Tangkapan layar YouTube/@Sekretariat Presiden)

Rolasnews.com – Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (15/10/2026), secara resmi melantik Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru di Istana Negara, Jakarta. Ia menggantikan Letjen TNI Suharyanto.

Pelantikan ini menjadi bagian dari perombakan pejabat tinggi negara yang ketiga dalam kurun waktu sekitar sebulan (setelah reshuffle pada 14 September dan 1 Oktober 2026).

Pergantian kepemimpinan di BNPB berlangsung di tengah dua isu besar.

Pertama, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di Kalimantan dan Sumatra, menimbulkan kabut asap regional.

Kedua, operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan dana kesiapsiagaan bencana di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka adalah Bima Setyawan, adik kandung Kepala BNPB sebelumnya.

Kristomei Sianturi, perwira tinggi TNI AD yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam XXI/Radin Inten (Lampung-Bengkulu) dan sempat menjadi Kapuspen TNI, dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BNPB.

Prosesi berlangsung khidmat. Mulai dari pembacaan Keppres, pengambilan sumpah jabatan yang dipandu langsung Presiden Prabowo, penandatanganan berita acara, lalu ucapan selamat.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga melantik sejumlah pejabat lain, di antaranya wakil menteri pertahanan, wakil menteri pertanian, wakil menteri imigrasi dan pemasyarakatan, serta pimpinan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Usai dilantik, Kristomei menyatakan komitmen fokus pada penanganan bencana yang sedang berlangsung, termasuk karhutla, dengan menekankan kolaborasi, respons cepat, dan sinkronisasi.

Ia menyebut perintah Presiden Prabowo sederhana: “Gas terus, segera bertugas.”

Pergantian ini menandai upaya penguatan kepemimpinan di lembaga yang berada di garis depan penanganan bencana nasional, di tengah tekanan publik dan penegakan hukum.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *