Wujudkan Desa Ramah Lingkungan, Mahasiswa ITS Juarai Mandaya Awards

Wujudkan Desa Ramah Lingkungan, Mahasiswa ITS Juarai Mandaya Awards
Hilmy Alfadel Nurindaputra (kiri) dan Riva Rizkiana Ramadhani (kanan) saat menerima penghargaan Juara 2 Innovileague Mandaya Awards 2026 di Jakarta. (HumITS)

Rolasnews.com – Komitmen mewujudkan desa berdaya lewat pemanfaatan teknologi sirkular mengantarkan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berjaya di tingkat nasional. Delegasi ITS sukses menyabet Juara 2 Innovilleague pada ajang Mandaya Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (Kemenko PM RI) di Jakarta, beberapa hari lalu.

Capaian manis ini diraih oleh Tim Estafet Sosial, sekelompok mahasiswa lintas departemen ITS yang digawangi Riva Rizkiana Ramadhani dari Departemen Teknik Fisika dan Hilmy Alfadel Nurindaputra dari Departemen Teknik Mesin Industri. Lewat gagasan program bertajuk Smart Circular Village: Integrated Waste Management System, tim ITS ini memadukan energi surya, pengolahan limbah, dan perikanan modern untuk merevitalisasi kawasan pesisir.

Gagasan tersebut berawal dari keprihatinan atas kondisi Desa Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo yang kehilangan sebagian besar tambak akibat banjir rob.

Warga setempat juga dibebani oleh limbah sisa makanan yang mengotori aliran sungai tambak. Padahal, Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) desa kala itu hanya bertumpu pada segelintir petugas yang berupah minim.

Menanggapi persoalan tersebut, Hilmy dan rekannya merumuskan inovasi ekonomi sirkular yang mengintegrasikan pengolahan limbah, budidaya akuatik, dan UMKM. Sampah organik diurai alami memakai larva maggot sebagai pakan ikan alternatif. Rantai sirkular ini turut didukung pengering bertenaga surya serta tambak cerdas berbasis Internet of Things (IoT) guna mendongkrak efisiensi desa.

Riva Rizkiana Ramadhani (dua dari kanan) dan Hilmy Alfadel Nurindaputra (paling kiri) beserta timnya di Desa Kalanganyar, Sidoarjo. (HumITS)

Pada sektor limbah, tim memasang sistem modular Magobox Tower Lite di TPS3R untuk biokonversi sampah memanfaatkan larva lalat tentara hitam.

Guna mempercepat pascapanen, tim mengintegrasikan alat pengering putar (rotary dryer) berbasis energi surya dan biogas.

“Fasilitas maggot menjadi kunci pengurai sampah bulanan desa sekaligus penghasil pakan bernutrisi tinggi,” terang Hilmy.

Untuk Pakan Ikan

Mahasiswa semester 7 ini menambahkan, hasil panen maggot dialirkan sebagai pakan kolam bioflok cerdas dan budikdamber (budidaya ikan dalam ember). Kolam terpal bundar ini terintegrasi platform digital pemantau mutu air berbasis sensor IoT dan kecerdasan buatan. Langkah ini terbukti menekan mortalitas ikan nila sekaligus menghemat biaya pelet komersial.

Dukungan usaha warga diperkuat melalui mekanisasi UMKM Olahan Ikan (Olikan) yang memproduksi kerupuk dari limbah sisik ikan bandeng. Tim memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Off-Grid guna menyuplai daya mesin pengaduk dan pemotong.

“Kami memasang panel surya agar produksi kerupuk sisik bandeng terus beroperasi hemat energi tanpa membebani biaya warga,” imbuh pemuda asal Jombang ini.

Bukan sekadar mengimplementasikan teknologi, tim ini juga memposisikan diri sebagai pembangun ekosistem yang mendampingi warga dari perencanaan awal hingga mandiri. Di bawah arahan Riva sebagai Project Leader dan Hilmy selaku Technical Project Manager, kolaborasi sosial ini merangkul puluhan mahasiswa serta Karang Taruna hingga memberi manfaat langsung bagi 97 lebih warga pesisir.

“Kunci keberhasilan pemberdayaan terletak pada keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai penggerak utama,” tegas Hilmy.

Perputaran sistem desa mandiri ini terbukti menghemat pengeluaran sekaligus mendongkrak pemasukan tambahan warga hingga puluhan juta rupiah per tahun. Langkah nyata ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya poin 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta poin 12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

“Bagi kami, mahasiswa adalah agen perubahan yang bermoral untuk mengabdi dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Hilmy optimistis.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *