Pemerintah Korsel Ancam Sanksi Keras bagi Pelaku Curang Pakai Kacamata AI di Ujian Masuk PT

Pemerintah Korsel Ancam Sanksi Keras bagi Pelaku Curang Pakai Kacamata AI di Ujian Masuk PT
Ilustrasi kacamata AI yang digunakan untuk ujian.

Rolasnews.com – Pemerintah Korea Selatan (Korsel), melalui Kementerian Pendidikan, mengumumkan sanksi lebih keras terhadap kecurangan menggunakan kacamata pintar berbasis AI (AI smart glasses) dalam ujian masuk perguruan tinggi nasional (CSAT/Suneung). Langkah ini juga merekomendasikan agar universitas menerapkan aturan serupa pada ujian masuk mereka.

Pada 29 Oktober 2026, Kementerian Pendidikan menyatakan akan menuntut pidana pelaku yang ketahuan memakai kacamata AI untuk curang di CSAT. Tuduhan utamanya adalah menghalangi pelaksanaan tugas resmi dengan cara curang (obstruction of official duties by fraudulent means).

Selain itu, larangan mengikuti ujian diperpanjang dari satu tahun menjadi tiga tahun. Kementerian menilai tindakan ini sebagai upaya yang disengaja dan sistematis untuk mengganggu jalannya ujian nasional.

Untuk CSAT yang dijadwalkan 19 November 2026, setiap lokasi ujian akan mendapat satu pengawas khusus yang bertugas memeriksa kacamata AI.

Kementerian juga menyiapkan jaringan respons cepat bersama kantor pendidikan daerah. Mereka secara aktif merekomendasikan universitas menerapkan sanksi setara pada ujian masuk internal, setelah beberapa kasus terungkap di ujian essay (misalnya di Yonsei University dan University of Seoul).

Kasus penggunaan kacamata AI sudah muncul lebih dulu di ujian kualifikasi nasional dan ujian masuk universitas.

Di sisi lain, kecurangan dengan AI generatif seperti ChatGPT di ujian reguler mahasiswa juga marak. Beberapa kampus besar membatalkan nilai, memberi nilai F, atau mewajibkan ujian ulang.

Kementerian telah mengeluarkan pedoman etika AI di kampus, yang menggolongkan penyalinan jawaban AI secara langsung sebagai pelanggaran serius.

Kebijakan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa perangkat wearable AI semakin sulit dibedakan dari kacamata biasa. Pemerintah menekankan penegakan yang tegas untuk menjaga integritas ujian yang sangat menentukan nasib siswa dan mahasiswa di negeri ginseng itu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *