Gen Z Jerman Gelar Aksi Serentak, Protes Mahalnya Biaya Hidup dan Rencana Wajib Militer

Gen Z Jerman Gelar Aksi Serentak, Protes Mahalnya Biaya Hidup dan Rencana Wajib Militer
Demonstrasi Gen Z di Jerman. (X)

Rolasnews.com – Puluhan ribu mahasiswa, pelajar, dan kaum muda Gen Z di Jerman melakukan aksi protes dengan menggelar demonstrasi serentak di sekitar 30–34 kota, termasuk Berlin, Hamburg, Munich, Frankfurt, dan Cologne.

Aksi yang digagas kelompok “Gen Z regelt” (Gen Z Mengambil Alih) ini menuntut kehidupan yang lebih terjangkau, penolakan terhadap pemangkasan anggaran pendidikan dan sosial, serta penolakan terhadap rencana pengaktifan kembali wajib militer.

Penyelenggara sebelumnya mengklaim lebih dari 140.000–180.000 orang mendaftar secara daring. Namun angka kehadiran aktual menurut polisi di beberapa kota besar lebih rendah dari ekspektasi (masih mencapai ribuan hingga puluhan ribu secara nasional).

Pengematan Berimbas ke Masa Depan Generasi Muda

Kaum muda mengkritik kebijakan penghematan anggaran pemerintah di bawah Kanselir Friedrich Merz. Kebijakan penghematan tersebut dinilai mengorbankan sektor pendidikan, jaminan sosial, dan kualitas hidup generasi muda. Di saat yang bersamaan, anggaran militer malah ditingkatkan.

Mereka menyoroti biaya hidup yang terus naik, termasuk sewa hunian dan kebutuhan sehari-hari. Juga kondisi sekolah dan universitas yang memburuk akibat pemotongan dana, serta kekhawatiran terhadap rencana wajib militer atau sistem rekrutmen yang lebih mengikat.

Dalam surat terbuka yang diterbitkan jelang aksi, para pendemo menyatakan: kebijakan penghematan merampas harapan masa depan mereka.

Slogan yang diusung antara lain “Masa depan kita ada di tangan kita” dan tuntutan “anggaran untuk sekolah, bukan pemangkasan”, “kehidupan yang terjangkau”. Para demonstran juga menolak tegas terhadap rencana diberlakukannya wajib militer.

Aksi ini tak luput menyinggung isu iklim dan pembagian beban yang lebih adil.

Beberapa hari sebelumnya, mahasiswa di Berlin dan Hamburg sempat memblokir gedung universitas sebagai bentuk protes awal terhadap pemangkasan dana pendidikan tinggi dan rencana militer.

Demonstrasi utama pada 31 Oktober umumnya berlangsung damai, meski ada laporan insiden terisolasi di beberapa lokasi, salah satunya adalah pembakaran barikade di Hamburg. Pemerintah Jerman memberi peringatan soal potensi menyusupnya kelompok ekstrem dalam aksi demo kaum muda ini.

Aksi di Jerman ini menjadi bagian dari gelombang protes Gen Z yang lebih luas di Eropa. Mencerminkan frustrasi generasi muda terhadap tekanan ekonomi, kualitas pendidikan, dan arah kebijakan pertahanan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *