Enam Negara ASEAN Absen di Miss Universe 2026 Puerto Rico, Sengketa Franchise Jadi Pemicu

Enam Negara ASEAN Absen di Miss Universe 2026 Puerto Rico, Sengketa Franchise Jadi Pemicu
Miss Universe 2026 di Puerto Rico tak diikuti 6 negara ASEAN, termasuk Indonesia. (IG)

Rolasnews.com – Enam negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Laos, dipastikan tidak akan mengirimkan perwakilan ke Miss Universe 2026 di Puerto Rico. Filipina adalah satu-satunya negara ASEAN yang tetap mengirimkan kontestannya di ajang tersebut.

Hal itu disampaikan Miss Grand International (MGI), yang dipimpin pengusaha Thailand Nawat Itsaragrisil dan mengelola franchise Miss Universe di keenam negara tersebut melalui Miss Universe East. Dalam pengumuman resmi yang dirilis pada 21 Oktober 2026, dinyatakan bahwa perwakilan keenam negara tidak akan berangkat.

Keputusan ini diambil setelah konsultasi dengan pihak terkait, organisasi nasional, dan para finalis. MGI menyatakan tidak lagi mungkin mengirimkan mereka dalam kondisi yang menjamin status, martabat, keamanan, serta perlakuan yang setara.

Akar masalahnya adalah sengketa franchise. Pada September 2026, Miss Universe Organization (MUO)/JKN Universe LLC menyatakan perjanjian franchise yang melibatkan Miss Universe East tidak sah dan tidak diakui.

MUO berargumen bahwa Nawat/Miss Universe East tidak memiliki otoritas lisensi yang sah untuk merek Miss Universe. Dengan demikian, kontestan dari enam negara tersebut tidak eligible.

MGI menolak klaim tersebut dan menekankan bahwa ketidakikutsertaan kali ini bukan berarti melepaskan hak kontrak atau franchise.

Beberapa negara sudah memiliki pemenang, seperti Tharina Botes dari Thailand, Nguyen Quynh Anh dari Vietnam, Eunice Wong dari Malaysia, dan Vion Erico Tan dari Singapura. Sementara Indonesia dan Laos belum atau tidak menyelesaikan seleksi.

Gelaran final dijadwalkan 24 November 2026 di San Juan, Puerto Rico.

Sengketa ini merupakan bagian dari konflik internal yang lebih luas di organisasi Miss Universe, termasuk isu kepemilikan dan lisensi. MGI menegaskan akan terus mempertahankan hak-haknya, termasuk kemungkinan jalur hukum.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *