Sembunyikan 5 Kg Kokain di Sol Sepatu, Lima Warga Malaysia Ditangkap di Bandara Haneda Tokyo

Sembunyikan 5 Kg Kokain di Sol Sepatu, Lima Warga Malaysia Ditangkap di Bandara Haneda Tokyo
Barang bukti kokain yang disembunyikan di sepatu. (@ANNnewsCH/YouTube)

Rolasnews.com – Lima warga negara Malaysia ditangkap di Bandara Haneda, Tokyo, setelah petugas bea cukai menemukan sekitar 5 kilogram kokain yang disembunyikan di bawah sol sepatu mereka. Kasus ini terungkap pada 10 Oktober 2026, sehari setelah mereka tiba dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Menurut laporan polisi Tokyo dan media Jepang, termasuk Kyodo News serta NHK, total kokain yang disita bernilai sekitar 120 juta yen atau setara Rp3,1 miliar. Setiap tersangka membawa kurang lebih 1 kilogram, dengan 500 gram disembunyikan di masing-masing sepatu.

Penangkapan dimulai ketika petugas bea cukai mencurigai salah satu penumpang karena sol sepatunya terlihat tebal tidak wajar. Pemeriksaan terhadap dua orang pertama menemukan paket kokain di bawah sol sepatu. Dari keterangan mereka yang mengaku datang untuk berwisata bersama teman, petugas kemudian menemukan tiga orang lainnya yang juga membawa narkoba dengan cara yang sama.

Salah satu tersangka, Mohd Danial Farhan bin Abdul Rahman (24 tahun), mengaku direkrut melalui aplikasi pesan Telegram. Ia ditawari imbalan sekitar RM8.000 (sekitar Rp27 juta) dan diberikan sepatu khusus yang sudah berisi kokain.

Empat dari lima tersangka mengakui tuduhan. Sementara seorang wanita berusia 25 tahun membantah dan mengaku tidak tahu isi paket di sepatunya.

Polisi Jepang menduga kelima orang tersebut direkrut sebagai kurir oleh sindikat narkoba internasional. Mereka diduga menghadapi kesulitan keuangan.

Dari pihak Malaysia, Direktur Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengungkapkan bahwa enam warga Malaysia berusia 19–26 tahun berangkat dari KLIA Terminal 2 pada 9 Oktober. Lima di antaranya ditahan di Tokyo (dua pria dan tiga wanita), sementara satu orang berhasil kembali ke Malaysia.

Kelimanya berasal dari Sarawak dan tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Pihak berwenang Malaysia akan mengirim tim ke Jepang untuk membantu penyelidikan, termasuk melacak jaringan sindikat di dalam dan luar negeri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *