Menari Nonstop 7 Hari Penuh, Penari Nigeria Ini Ingin Pecahkan Rekor Dunia

Menari Maraton 7 Hari Penuh, Penari Nigeria Ini Ingin Pecahkan Rekor Dunia
Bern Dancer berambisi memecahkan rekor dunia untuk menari maraton terlama di dunia. (Saycheese/BBC)

Rolasnews.com – Di Freedom Park, Lagos, di tengah kerumunan anak muda yang bersorak dan merekam setiap gerakan, Benjamin Daniel Gabriel, dikenal luas sebagai Bendancer atau Ben Dancer, sedang menari. Bukan untuk satu malam, bukan untuk satu pertunjukan. Ia menari untuk tujuh hari penuh, total 168 jam nonstop, dalam upaya ambisius memecahkan Guinness World Record untuk marathon tari individu terpanjang.

Rekor yang ingin dilampauinya saat ini dipegang penari India Srushti Sudhir Jagtap, yang pada 2023 menari selama 127 jam saat masih berusia 16 tahun, dengan fokus utama pada tari klasik kathak.

Ben Dancer menargetkan 41 jam lebih lama. Upayanya dimulai sekitar 22 September 2026. Jika berhasil, ia dijadwalkan mencapai target pada dini hari 29 September.

Pria berusia 33 tahun yang telah menari profesional selama 18 tahun ini bukan sekadar mengejar angka. Ia adalah koreografer, direktur kreatif, instruktur kebugaran, model, dan pendiri Bendancer Academy International.

Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah menjadi penari pria pertama dan satu-satunya yang tampil dalam tradisi keluarga Kuti di New Afrika Shrine bersama Made Kuti and The Movement.

Ia juga pernah menjadi koordinator tari zona Timur Laut Dance Guild of Nigeria, menggelar lokakarya di Bauchi sejak 2020, serta terlibat dalam program pengembangan seni bersama NANTAP, NICO, dan British Council.

“Menari membentuk siapa diriku. Upaya ini tak sekedar untuk memecahkan rekor. Ini lebih tentang menunjukkan kepada anak-anak muda bahwa disiplin, ketahanan dan keyakinan tentang apa yang dianggap tidak mungkin, dapat menjadi kenyataan,” ujarnya dikutip dari BBC.

Baca Juga:

Taruhan Mampu 2.000 Squat Sekali Jalan, Ginjal Pria Rusia Ini Malah Jebol!

Ben Dancer menekankan bahwa ia membawa impian banyak kreator muda Afrika ke panggung itu.

Di atas panggung, ia memadukan berbagai gaya. Afrobeats yang dominan, fuji, jazz, zouk, serta tarian tradisional Nigeria seperti Bata (Yoruba), Fulfulde (Fulani), dan Ibibio. Ia bahkan berganti kostum tradisional seperti agbada dan dashiki di sela-sela gerakan.

Timnya menekankan bahwa ini bukan hanya uji ketahanan fisik. Tetapi juga perayaan keragaman budaya Nigeria yang memiliki lebih dari 250 kelompok etnis.

Istirahat Setiap Beberapa Jam

Aturan Guinness memperbolehkan istirahat lima menit untuk setiap jam menari terus-menerus. Bendancer memilih mengakumulasi waktu istirahat itu dan menari selama beberapa jam berturut-turut sebelum mengambil jatah istirahatnya.

Ia makan ringan, minum cairan, dan didampingi tim medis di lokasi. Sebelumnya ia menjalani latihan intensif yang mencakup renang, meditasi, gym, yoga, tinju, dan lari, serta menyesuaikan pola makan.

Suasana di Freedom Park berubah menjadi semacam pesta jalanan. Anak-anak muda berdatangan, menari di belakang pagar pembatas, dan membagikan video yang kemudian viral.

Sejumlah penonton mengaku terkesan sekaligus khawatir dengan beban fisik yang ditanggungnya. Guinness World Records belum mengonfirmasi apakah upaya ini memenuhi seluruh persyaratan resmi; BBC telah menghubungi organisasi tersebut untuk klarifikasi.

Upaya Ben Dancer hadir di tengah gelombang antusiasme Nigeria terhadap rekor dunia, yang sempat melonjak setelah chef Hilda Baci memecahkan rekor memasak nonstop pada 2023.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *