Rolasnews.com – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat sinergi dalam meningkatkan keamanan, transparansi, dan integritas ekosistem kepelabuhanan. Kedua perusahaan yang tergabung dalam Pelindo Group menandatangani kerja sama penyediaan dan pengoperasian layanan pemindai peti kemas (container scanner) di Terminal Petikemas Surabaya, Jumat (25/9/2026).
Melalui kerja sama tersebut, PSL menyediakan dua unit container scanner beserta sistem pendukungnya. Peralatan itu ditempatkan di jalur impor dan ekspor terminal. Selain perangkat fisik, kolaborasi mencakup integrasi teknologi informasi, pemeliharaan peralatan, serta penyediaan petugas pendukung untuk menjaga keandalan operasional.
Kehadiran fasilitas ini secara langsung mendukung pelaksanaan pemeriksaan kontainer oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta memperkuat pengawasan terhadap arus barang impor maupun ekspor di kawasan pelabuhan.
Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, menyampaikan bahwa implementasi teknologi pemindai peti kemas ini merupakan wujud nyata sinergi antar-entitas Pelindo Group dalam memperkuat kualitas layanan kepelabuhanan, transparansi, dan akuntabilitas proses pemeriksaan.
“Melalui kerja sama dengan TPS, kami berupaya menghadirkan dukungan teknologi pemindai yang terintegrasi dengan sistem dan tata kelola yang baik. Penerapan teknologi ini sejalan dengan arah transformasi Pelindo di bawah pengarahan Danantara dalam memperkuat digitalisasi, modernisasi fasilitas, keselamatan, serta kualitas pelayanan,” terang Faruq.
“Bagi kami, pengembangan fasilitas pendukung pelabuhan tidak hanya berorientasi pada aspek operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan layanan yang semakin transparan, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi para Pemangku Kepentingan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas container scanner merupakan bentuk dukungan TPS terhadap pelaksanaan tugas negara di bidang pengawasan kepabeanan, sekaligus memastikan arus logistik tetap berjalan lancar, aman, dan efisien.
“Sebagai operator terminal petikemas yang berada di kawasan pabean, TPS memiliki tanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan kepabeanan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kehadiran dua unit container scanner ini merupakan wujud komitmen kami dalam menyediakan fasilitas yang mendukung pengawasan yang lebih efektif, akurat, dan transparan, tanpa mengurangi kelancaran proses logistik di pelabuhan. Melalui sinergi dengan PSL, kami berharap layanan ini dapat meningkatkan keamanan rantai pasok, memperkuat kepercayaan para pengguna jasa, serta mendukung terwujudnya ekosistem pelabuhan yang modern, berintegritas, dan berdaya saing global,” tegas Ali.
Penyediaan dua alat pemindai peti kemas di TPS ini menambah deretan fasilitas pendukung pelabuhan modern yang dioperasikan PSL di berbagai pelabuhan strategis seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Medan. Melalui kolaborasi ini, PSL dan TPS terus berkomitmen memperkuat pengawasan di pelabuhan serta mendorong efisiensi rantai pasok nasional demi kemajuan ekonomi Indonesia.






