Vietnam Targetkan Pertumbuhan GDP Dua Digit pada 2026 dan 2027

Vietnam Targetkan Pertumbuhan GDP Dua Digit pada 2026 dan 2027
Sektor manufaktur bernilai tambah tinggi seperti elektronik dan semikonduktor menjadi daya tarik Vietnan di mata investor asing. (VNA)

Rolasnews.com – Pemerintah Vietnam secara resmi menargetkan pertumbuhan ekonomi (GDP) dua digit atau minimal 10 persen pada 2026 dan kembali mengusulkan target yang sama atau lebih tinggi untuk 2027. Target ambisius ini disampaikan Perdana Menteri Le Minh Hung di hadapan Majelis Nasional dan menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka menengah negara tersebut.

Pada 2026, pemerintah menetapkan target minimal 10 persen. Data sembilan bulan pertama menunjukkan pertumbuhan 9,01 persen, dengan kuartal ketiga mencapai 9,95 persen. Untuk mengejar target setahun penuh, pemerintah meminta pertumbuhan kuartal keempat di atas 12,5 persen.

Beberapa lembaga riset, termasuk UOB dan BIDV, memperkirakan realisasi akhir 2026 berada di kisaran 9,2–9,7 persen, sehingga target 10 persen masih sangat menantang.

Untuk tahun 2027, PM Le Minh Hung kembali mengajukan target pertumbuhan minimal 10 persen, disertai inflasi sekitar 4,5 persen dan GDP per kapita US$6.100.

Target ini sejalan dengan resolusi Kongres Partai dan rencana pembangunan 2026–2030 yang menekankan pertumbuhan tinggi berkelanjutan.

6 Faktor Pendorong Utama:

Beberapa pendorong utama yang diandalkan pemerintah Vietnam antara lain:

1. Pencairan investasi publik yang maksimal.

Pemerintah mendorong penyerapan 100 persen anggaran investasi publik, termasuk penyelesaian proyek infrastruktur strategis yang tertunda.

2. Arus masuk FDI yang kuat.

Vietnam terus menjadi tujuan favorit investasi asing, khususnya di sektor manufaktur bernilai tambah tinggi, elektronik, dan semikonduktor.

3. Kinerja ekspor dan industri.

Sektor industri dan konstruksi ditargetkan tumbuh tinggi (di atas 12–17 persen di beberapa subsektor), didukung permintaan eksternal dan kapasitas produksi baru.

4. Kebijakan moneter akomodatif.

Pemerintah berupaya menurunkan suku bunga kredit agar lebih banyak mengalir ke sektor produktif dan ekspor.

5. Stabilitas pasokan energi.

Jaminan pasokan listrik dan bahan bakar menjadi prasyarat agar aktivitas produksi tidak terganggu.

6. Reformasi struktural dan transformasi digital.

Fokus pada peningkatan produktivitas tenaga kerja, inovasi, serta model pertumbuhan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Meski demikian, para ekonom mengingatkan bahwa mengejar pertumbuhan dua digit tidak boleh mengorbankan stabilitas makroekonomi. Tekanan inflasi, ketidakmerataan pertumbuhan antarwilayah, serta risiko eksternal (harga energi dan ketegangan geopolitik) masih menjadi tantangan nyata.

Vietnam saat ini termasuk salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Keberhasilan mencapai target dua digit akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan fondasi ekonomi yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *