Rolasnews.com – Perusahaan kosmetik Korea Selatan semakin gencar memperluas jangkauan ke pasar kecantikan halal seiring meningkatnya permintaan dari konsumen Muslim di seluruh dunia. Hal ini dilaporkan Korea JoongAng Daily.
Sertifikasi halal mensyaratkan pengawasan ketat terhadap bahan baku, proses produksi, pengemasan, dan distribusi. Beberapa bahan kosmetik, seperti lendir siput (snail mucin), dilarang digunakan. Perusahaan juga wajib memastikan tidak terjadi kontaminasi selama proses produksi maupun pengangkutan.
Menurut data Future Market Insights, nilai pasar kosmetik halal global meningkat dari US$26,8 miliar pada 2020 menjadi US$53,1 miliar pada 2025. Angka tersebut diperkirakan mencapai US$152 miliar dolar AS pada 2035.
Hingga saat ini, sekitar 40 perusahaan kosmetik Korea telah memperoleh sertifikasi halal.
Pion-Tech berhasil meraih pesanan senilai US$3 juta hanya dalam waktu dua bulan setelah mendapatkan sertifikasi. Cosmax dan Kolmar Korea juga mencatatkan pertumbuhan signifikan di segmen kosmetik halal.
Baca Juga:
Inilah Kenapa Selebriti Pria Jadi Wajah Baru Produk Kecantikan
Konsumen Muslim muda menjadi salah satu pendorong utama permintaan. Produk perawatan mata, termasuk eye cream, adalah salah satu produk kecantikan yang paling diminati. Platform e-commerce turut mempermudah produk kosmetik halal Korea menjangkau pasar internasional.
Para ahli industri menekankan bahwa perusahaan perlu menyesuaikan strategi dengan menerapkan standar halal, regulasi, serta preferensi konsumen yang berbeda di setiap negara tujuan.






