Lonjakan Harga Plastik Ancam Industri Mamin, Pemerintah Siapkan Jurus Penyelamat

Lonjakan Harga Plastik Ancam Industri Mamin, Pemerintah Siapkan Jurus Penyelamat
Aneka jajanan pasar yang banyak menggunakan plastik sebagai kemasan. (Ist)

Rolasnews.com – Lonjakan harga plastik global hingga mencapai 100% akibat konflik di Timur Tengah kini mengancam industri makanan dan minuman (mamin) nasional. Biaya kemasan untuk komoditas pokok seperti beras dan gula masing-masing meroket hingga Rp350 dan Rp150 per kilogram.

Meskipun terlihat kecil per kilogram, kenaikan biaya ini cukup signifikan bagi produsen dengan volume produksi yang sangat besar. Sehingga hal ini memaksa produsen berjuang menahan beban di tengah ancaman inflasi.

Read More

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengonfirmasi bahwa seluruh pelaku industri kini berada dalam tekanan berat.

Yang paling rentan adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan laporan penurunan omzet mencapai 50% karena keterbatasan modal untuk menyerap kenaikan biaya.

Beberapa lini produksi industri plastik nasional, karenanya, terpaksa berhenti beroperasi akibat kelangkaan bahan baku.

Selain itu, waktu pengiriman bahan baku impor pun melonjak drastis dari rata-rata 15 hari menjadi 50 hari. Sehingga engancam kontinuitas pasokan kemasan bagi produk pangan segar dan olahan.

Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan

Menghadapi situasi darurat ini, pemerintah bergerak cepat dengan sejumlah kebijakan.

Melalui rapat koordinasi pada Selasa (28/4), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan penghapusan bea masuk menjadi 0% untuk bahan baku plastik seperti polipropilena (PP) dan high-density polyethylene (HDPE), serta LPG sebagai alternatif pengganti nafta. Kebijakan ini berlaku selama enam bulan ke depan.

“Kami juga memberikan kemudahan perizinan impor melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Agar pasokan bahan baku bisa masuk lebih cepat dan aman ke pelaku industri manufaktur,” ujar Airlangga.

Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Ekonomi Nasional dijadwalkan menggelar rapat dengan para pelaku usaha untuk membahas kemungkinan stimulus tambahan bagi UMKM.

Untuk jangka panjang, pemerintah mendorong diversifikasi sumber pasokan nafta dari Afrika, India, dan Amerika untuk mengurangi ketergantungan pada rute konflik.

Di sisi lain, inovasi kemasan berkelanjutan digenjot, termasuk pengembangan bioplastik dari singkong dan rumput laut.

PT Mayora Indah Tbk menjadi salah satu perusahaan yang sudah mulai beralih ke kemasan karton untuk produk minumannya, meskipun transisi untuk makanan ringan masih terkendala iklim tropis yang lembap.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *