BI Bantah Isu Cadangan Devisa Menipis, Siap Jaga Stabilitas Rupiah

BI Bantah Isu Cadangan Devisa Menipis, Siap Jaga Stabilitas Rupiah
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Bloomberg)

Rolasnews.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran pasar atas pelemahan rupiah dan penggunaan cadangan devisa untuk intervensi.

Menurut Perry, BI selalu mengukur kecukupan cadangan devisa dengan hati-hati sesuai standar internasional.

Read More

“(Cadangan devisa) lebih dari cukup. Sekarang sudah, masih lebih dari 115 persen. Jadi masih lebih dari cukup, di samping yang sekitar enam bulan impor. Jadi jangan khawatir,” ujarnya usai menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (9/6/2026).

Pada akhir Mei 2026, posisi cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$144,9 miliar, turun tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, Perry menekankan bahwa jumlah tersebut tetap kuat dan memadai untuk mendukung ketahanan eksternal, menjaga stabilitas makroekonomi, serta sistem keuangan nasional.

Cadangan devisa Indonesia juga berada di atas ambang batas kecukupan internasional yang ditetapkan oleh International Monetary Fund (IMF), yakni sekitar 114 persen berdasarkan data akhir April 2026. Hal ini mencerminkan solidnya ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global.

BI terus mengelola cadangan devisa secara terukur dan optimal. Sebagian cadangan telah digunakan untuk intervensi di pasar valuta asing guna meredam volatilitas rupiah. Termasuk sekitar US$10 miliar yang disebutkan Perry pada rapat sebelumnya. Namun, bank sentral memastikan intervensi dilakukan secara prudent tanpa mengorbankan buffer cadangan secara berlebihan.

Pernyataan Gubernur BI ini sekaligus membantah spekulasi bahwa cadangan devisa mulai menipis akibat upaya stabilisasi rupiah. BI bersama pemerintah juga terus melakukan koordinasi erat. Termasuk melalui kebijakan suku bunga dan instrumen seperti SRBI, untuk mendukung penguatan rupiah ke depan.

Dengan fundamental ekonomi yang solid  seperti pertumbuhan ekonomi yang terjaga dan inflasi yang terkendali, BI optimistis cadangan devisa yang memadai akan menjadi salah satu pilar utama menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *