Doktor ITS Kembangkan Sistem Ketelusuran Pangan Halal Berbasis Blockchain dan IoT

Doktor ITS Kembangkan Sistem Ketelusuran Pangan Halal Berbasis Blockchain dan IoT
Dr Miftakhurrizal Kurniawan ST MT mengembangkan model ketelusuran rantai pasok halal dan keamanan pangan berbasis blockchain dan Internet of Things (IoT). (Photo: HumITS)

Rolasnews.com – Doktor lulusan Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan inovasi di bidang rantai pasok pangan. Dr. Miftakhurrizal Kurniawan, S.T., M.T., mengembangkan model ketelusuran pangan halal dan keamanan pangan berbasis teknologi blockchain dan Internet of Things (IoT).

Dalam disertasinya, doktor yang akrab disapa Miftakh ini menyoroti berbagai keterbatasan sistem ketelusuran pangan konvensional, terutama dalam hal efisiensi dan akurasi data. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko keamanan pangan serta menurunkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang beredar.

Read More

Menurutnya, ketelusuran merupakan elemen penting dalam menjamin keamanan dan kehalalan produk pangan dari hulu hingga hilir. Ia menambahkan bahwa sistem ketelusuran yang baik memungkinkan pelaku industri melacak asal produk dengan lebih jelas.

“Sistem ketelusuran yang baik memungkinkan pelaku industri melacak asal produk serta mengidentifikasi potensi risiko secara lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Miftakh mengintegrasikan teknologi blockchain dan IoT dalam model yang dikembangkannya untuk meningkatkan transparansi dan keandalan data.

Blockchain berperan sebagai sistem penyimpanan data yang aman dan tidak dapat dimanipulasi. Sedangkan IoT memungkinkan pengumpulan data secara real time melalui sensor.

Pendekatan Sistem Dinamik

Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem dinamik untuk memodelkan kompleksitas interaksi dalam rantai pasok pangan. Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini mampu menggambarkan hubungan antar variabel secara menyeluruh dan dinamis.

“Pendekatan ini mampu menggambarkan hubungan antarvariabel secara menyeluruh dan dinamis. Sehingga dapat menghasilkan simulasi yang lebih representatif,” ujarnya.

Dr Miftakhurrizal Kurniawan ST MT saat memaparkan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS. (Photo: HumITS)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model berbasis blockchain dan IoT mampu meningkatkan ketersediaan pangan sebesar 5 persen serta mengurangi food waste pada tingkat konsumen sebesar 3 persen.

Selain itu, skenario peningkatan kapasitas penyimpanan petani terbukti memberikan dampak paling signifikan terhadap efisiensi sistem.

Melalui model tersebut, menurut dosen Teknik Industri Universitas Brawijaya ini, sistem ketelusuran tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi operasional. Tetapi juga memperkuat transparansi dalam rantai pasok pangan. Hal ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap produk halal dan aman.

Miftakh berharap model yang dikembangkannya dapat diimplementasikan secara luas dalam industri pangan di Indonesia.

Penelitian ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-2 tentang Ketahanan Pangan serta poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *