Perempuan Bersanggul Nasional Gelar Wilujengan Suro Pungkasan di Batu

  • Whatsapp
Perempuan Bersanggul Nasional Gelar Wilujengan Suro Pungkasan
(Acara Wilujengan Suro Pungkasan di Batu yang digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 4-5 September 2021. Credit: Ist)
Rolasnews.com – Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro sebagai awal tahun Jawa juga dianggap sebagai bulan istimewa yang sakral atau suci. Bulan yang tepat untuk melakukan renungan, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa.

Karenanya banyak peringatan dan perayaan bulan suro yang dilakukan oleh masyarakat jawa yang pada umumnya diadakan mulai dari hari pertama sampai dengan hari kesepuluh.

Salah satunya seperti yang dilakukan Perkumpulan Perempuan Bersanggul Nasional (PBN) yang menggelar acara Wilujengan Suro Pungkasan di Kediaman Artis Maharani Kahar Songgoriti Kota Batu.

Read More

Budayawan asal Malang, Wibie Mahardika Suryomentaram mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memanjatkan doa-doa keselamatan utamanya terhindar dari mongso pageblug dan dijauhkan dari pandemi COVID-19.

Menurutnya, bulan suro merupakan bulan untuk berintropeksi dan mawas diri sekaligus bulan berbagi untuk kebersamaan dalam keragaman.

“Kalau kita bersama-sama dalam keragaman membangun kesadaran, niscaya segala macam gangguan godaan pagebluk dan lain sebagainya akan sirna dengan sedirinya,” ucapnya, Sabtu (4/9).

Pada Kesempatan itu Ries Handana, Ketua Perempuan bersanggul Nasional juga mengatakan bahwa acawa wilujengan Suro Pungkasan sengaja di tempatkan di kota Batu karena Kota Batu merupakan dataran tertinggi sebagai penanda bahwa semaksimal mungkin kita meninggikan doa-doa untuk memohon keselamatan dan meminta berkah pada Tuhan yang Maha Esa.

“PBN akan senantiasa terus melakukan gerakan-gerakan budaya yang tujuannya adalah turut serta melestarikan tradisi leluhur bangsa,” tuturnya.

Makan bubur suro
(Menyantap bareng-bareng bubur suro. Credit: Ist)

Baca Juga :

Lestarikan Budaya, Perkumpulan PBN dan KKS Mbois Malang Raya Serahkan Donasi Kebaya

Lebih lanjut, Koordinator Perempuan Bersanggul Nasional Malang Raya, Sany Repriandini mengatakan acara ini diselenggarakan selama 2 hari, Sabtu dan Minggu.

“Hari Sabtu Wilujengan Suro Pungkasan sekaligus ramah tamah. Sedangkan pada hari Minggu dikemas dalam bentuk edukasi budaya dengan mengunjungi Candi Jagho dan Candi Kidal di wilayah Kabupaten Malang, pungkasnya.

Sementara itu acara Wilujengan Suro Pungkasan berlangsung sangat meriah dengan lagu-lagu keroncong yang dibawakan oleh Artis lawas asli Batu, Maharani Kahar pelantun lagu Desember Kelabu serta beberapa artis Batu lainnya seperti Intan Hapsari Putri. (ANC)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *