Fosil Daun Bantu Gambarkan Kondisi Iklim Bumi di Zaman Terakhir Dinosaurus

  • Whatsapp
Fosil Daun Bantu Gambarkan Kondisi Iklim Bumi di Zaman Terakhir Dinosaurus
(Fosil daun ginkgo purba yang tergambar di atas batu. Credit: AP Photo)

Rolasnews.com – Ahli geologi dan botani telah melakukan penelitian pada fosil daun purba yang diduga dapat menggambarkan kondisi iklim di masa lalu dan bagaimana dampaknya bagi masa depan. Seperti yang terbaca pada fosil daun ginkgo yang tertanam di batu kuno, di mana daun tersebut jatuh dari pohon sekitar waktu T-rex dan Triceratops yang berusia hampir 100 juta tahun lalu.

Fosil daun yang tersimpan di Smithsonian Natural History Museum itu tidak banyak berubah sekalipun berusia jutaan tahun. Dari lembaran tipis bahan organik tersebut para ahli dapat memahami system iklim kuno dan kemungkinan masa depan bumi yang kian hari kian memanas,

Read More

Bukanlah hal yang mudah untuk mengetahui bagaimana sistem iklim bisa dipahami dari selembar fosil daun. Para ahli harus memecahkan kode tanaman terlebih dahulu dan membutuhkan analog pembanding untuk membaca informasi yang terkandung dalam daun purba.

Daun Ginkgo adalah contoh kapsul waktu yang unik karena hingga saat ini tidak banyak perubahan secara fisik sekalipun telah berusia ratusan juta tahun.

Siapa pun tidak akan menyangka jika daun ginkgo yang sering kita lihat saat ini telah tumbuh bersama para dinosaurus di masa lalu. Namun ada perbedaan jika dilihat di bawah mikroskop yaitu bagaimana daun merespon karbon di udara melalui pori-porinya.

“Alasan para ilmuwan melihat ke belakang di masa lalu adalah untuk memahami apa yang akan terjadi di masa depan. Kami ingin memahami bagaimana planet ini merespons perubahan iklim skala besar di masa lalu — bagaimana ekosistem berubah, bagaimana kimia laut dan permukaan laut berubah, bagaimana hutan bekerja,” kata Kevin Anchukaitis, peneliti iklim di University of Arizona.

Para ahli percaya adanya periode rumah kaca di mana tingkat karbon dan suhu secara signifikan lebih tinggi daripada hari ini.  Era itu adalah periode Kapur akhir (66 juta hingga 100 juta tahun yang lalu), di mana ini adalah masa terakhir dinosaurus saat meteor menghantam Bumi dan menghancurkan sebagian besar spesiesnya.

Para ilmuwan mempelajari tentang efek rumah kaca masa lalu melalui gelembung udara yang terperangkap di inti es purba. Hal ini memberi para ilmuwan data berharga untuk menguji keakuratan model iklim guna memproyeksikan masa depan. Namun, informasi yang diperoleh dari gelembung udara ini sangat terbatas dan hanya bisa memprediksi kondisi cuaca sekitar 800.000 tahun yang lalu.

Baca Juga :

Jepang Berniat Bawa Sampel Tanah dari Bulan Planet Mars pada 2029

Di sinilah fosil daun purba dapat membantu mempelajari iklim di masa lalu. Pori-pori kecil di bagian bawah daun diatur untuk menyerap karbon dioksida dan menghirup air, memungkinkan tanaman mengubah sinar matahari menjadi energi.

Ketika ada banyak karbon di udara, tanaman membutuhkan lebih sedikit pori-pori untuk menyerap karbon yang dibutuhkannya. Sebaliknya ketika kadar karbon turun, daun membutuhkan banyak pori-pori untuk menyerapnya.

Daun ginkgo berbentuk kipas
(Daun ginkgo yang berbentuk kipas. Credit: AP Photo)

Ilmuwan  membandingkan fosil daun ginkgo purba dengan daun ginkgo yang tumbuh di era modern dengan beberapa penyesuaian kadar karbon dioksida. Beberapa pohon tumbuh pada tingkat karbondioksida saat ini, sedangkan yang lainnya tumbuh pada tingkat yang meningkat secara signifikan, mendekati tingkat di masa lalu atau mungkin masa depan.

Jika ada kecocokkan antara daun dalam percobaan dan seperti apa daun fosil, itu akan memberi para peneliti gambaran kasar tentang  kondisi atmosfer masa purba. Ketika pohon tumbuh di lingkungan yang tinggi karbon dioksida maka pohon tersebut tumbuh lebih cepat. Dampak buruknya jika tanaman tumbuh sangat cepat maka akan lebih rentan mengalami kerusakan. (AZP)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *