Pandemi, BPF Malang Catatkan Pertumbuhan Nasabah Baru 6,84 Persen

Pandemi, BPF Malang Catatkan Pertumbuhan Nasabah Baru 6,84 Persen
(Pimpinan Cabang BPF Malang, Andri, menjelaskan meski masih dalam kondisi pandemi, perusahaan pialang tersebut mencatatkan pertumbuhan nasabah baru. Credit: Ist)
Rolasnews.com – Di tengah lesunya perekonomian Indonesia bahkan dunia akibat pandemi COVID-19, Perusahaan pialang PT Bestprofit Futures (BPF) Malang justru tercatat mengalami pertumbuhan nasabah baru sebanyak 6.84% menjadi 156 hingga Juli 2021. Dimana loco gold masih menjadi komoditi favorit para nasabah dengan total porsinya masih mendominasi sebesar 80% dari total nasabah.

Pimpinan Cabang BPF Malang, Andri mengatakan bahwa loco gold hingga saat ini masih terus mengalami kenaikkan sejak Januari 2021. Puncaknya terjadi pada 1 Juni 2021 lalu harga emas sempat menyentuh US$ 1.916/troy ons.

“Level tersebut merupakan level tertinggi sejak 8 Januari lalu yang sempat menyentuh US$1.913/troy ons,” sebutnya, Rabu (4/8).

Read More

Menurutnya, emas diprediksi akan terus bullish atau mempertahankan posisinya di level  US$ 1.811/ troy ons – US$1.900/troy ons hingga akhir tahun. Hal ini sejalan dengan  potensi imbal hasil emas yang terus menanjak di tengah tren suku bunga rendah dan inflasi yang tinggi.

Disampaikan Andri, berdasarkan jajak pendapat Reuters, The Fed (Bank Sentral AS, red) akan mengurangi program stimulus belanja asetnya sekitar di akhir 2022. Sementara itu beberapa analis memprediksi kenaikan suku bunga acuan bakal terjadi di awal tahun depan.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah pelemahan ekonomi China yang tumbuh lebih lambat dari harapan pelaku pasar dan mememicu kekhawatiran tentang pasar ekuitas global, sehingga mereka beralih ke emas.

“Untuk para investor, di tengah pandemi seperti sekarang, investasi emas menjadi yang paling menjanjikan. Peluang poin yang bisa diperoleh hingga 50-100 poin sampai akhir tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :

Ini Alasan Kenapa Loco Gold Menjadi Primadona di Perusahaan Pialang Berjangka

Lebih lanjut Andri mengakui bahwa di awal Indonesia terdampak COVID-19, BPF Malang sempat khawatir dalam menjaga bahkan meningkatkan performa perusahaan. Namun berbagai solusi persoalan begitu cepat diperolah. Kuncinya ialah pemanfaatan teknologi.

“Digital marketing terus dimaksimalkan apalagi sejak pandemi. Sosialisasi, promosi dan edukasi  terkait cara investasi di pedagangan komoditi berjangka, bahkan kebih efektif dengan pemanfaatan berbagai layanan digital,” kata Andri.

Sampai akhir tahun, BPF Malang menargetkan total nasabah bisa menembus sebanyak 300 nasabah. Pelayanan prima akan terus menjadi kunci kesuksesan BPF Malang menggaet para calon nasabah.

“Edukasi secara tepat dapat menanamkan kepercayaan kepada pialang, pelaku pasar, kalangan akademisi, dan masyarakat untuk melakukan investasi. Mereka memberikan andil dalam bertambahnya volume transaksi,” tutup Andri. (ANC)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *