OJK Optimis Kredit Perbankan Berlanjut Menguat di Semester II 2026

OJK Optimis Kredit Perbankan Berlanjut Menguat di Semester II 2026

Rolasnews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran kredit perbankan pada semester II 2026 akan terus tumbuh positif, sejalan dengan outlook agresif yang ditetapkan untuk tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2026 ditargetkan berada di kisaran 10-12 persen (year-on-year).

Read More

Proyeksi ini mencakup akselerasi di paruh kedua tahun 2026. Didukung oleh kondisi likuiditas yang memadai dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang diproyeksikan mencapai 7-9 persen.

“Outlook sektor jasa keuangan 2026 bersifat agresif. Kredit perbankan kami proyeksikan tumbuh 10-12 persen, sejalan dengan pemulihan ekonomi dan permintaan kredit yang terus meningkat,” ujar Dian dalam pernyataan resminya.

Menurut OJK, pertumbuhan kredit di semester II akan ditopang beberapa faktor utama:

  • Penurunan suku bunga acuan yang mendorong permintaan kredit investasi dan modal kerja.
  • Peningkatan penyaluran ke sektor produktif serta UMKM.
  • Ketahanan permodalan perbankan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di atas 25 persen.
  • Kualitas kredit yang terjaga, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang rendah.

Hingga Maret 2026, kredit perbankan telah tumbuh 9,49 persen (yoy) menjadi Rp8.659 triliun. Menunjukkan tren positif yang diharapkan berlanjut di paruh kedua tahun ini.

Meski demikian, OJK tetap mewaspadai risiko global seperti ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi ekonomi dunia. Regulator mendorong bank untuk lebih selektif dalam penyaluran kredit sekaligus agresif pada sektor-sektor prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Partisipasi perbankan dalam mendukung pembiayaan UMKM dan proyek strategis nasional menjadi kunci pencapaian target pertumbuhan kredit tahun ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *