Rolasnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Nasional pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen. Angka ini naik tajam dibandingkan April 2026 yang hanya 2,42 persen, sekaligus mendekati batas atas target Bank Indonesia (BI) sebesar 3,5 persen.
Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen. Kenaikan ini terutama dipicu oleh lonjakan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta komponen transportasi. Inflasi inti (core inflation) juga ikut meningkat, meski masih berada dalam level yang terkendali.
Pendorong Utama Inflasi
Menurut BPS, penyumbang terbesar inflasi Nasional pada periode Mei 2026 adalah kenaikan harga komoditas pangan strategis seperti cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng.
Selain itu, kenaikan tarif angkutan serta harga bahan bakar turut memberikan tekanan pada Indeks Harga Konsumen (IHK).
Adapun faktor musiman menjelang pergantian musim kemarau menjadi salah satu katalisator tambahan.
Kenaikan inflasi ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi pemerintah dan otoritas moneter. BI sebelumnya telah menaikkan BI-Rate pada Mei sebagai langkah antisipasi.
Meski masih berada dalam kisaran target 1,5–3,5 persen, tekanan pada daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah bawah, berpotensi meningkat. Khususnya pada sektor pangan dan transportasi.






