Rolasnews.com – Banyak orang menganggap nyeri punggung hanya masalah fisik sederhana akibat faktor usia, kebiasaan buruk, mengangkat beban berat, atau duduk terlalu lama. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa nyeri punggung kronik dapat menjadi sinyal peringatan dini atas berbagai masalah kesehatan yang lebih serius.
Sebuah studi besar menemukan bahwa penderita nyeri punggung ini memiliki kemungkinan lebih tinggi mengidap penyakit serius lain, seperti penyakit jantung, arthritis, diabetes, depresi, asma, dan bahkan kanker.
Temuan ini menekankan pentingnya melihat nyeri punggung tidak secara terpisah, melainkan sebagai bagian dari kesehatan secara keseluruhan.
Nyeri punggung kronik merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di dunia. Berbeda dengan nyeri punggung akut yang biasanya sembuh dalam beberapa minggu, nyeri kronik dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, kemampuan bergerak, serta menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Peneliti dari Australia dan Brasil melakukan studi menggunakan data Survei Kesehatan Nasional Brasil 2019 yang melibatkan hampir 90.000 responden.
Penelitian yang dipimpin Associate Professor Rafael Zambelli Pinto dari University of Technology Sydney ini dipublikasikan di Brazilian Journal of Physical Therapy.
Hasil studi menunjukkan sekitar satu dari lima orang mengalami nyeri punggung kronik. Angka ini mirip dengan yang dilaporkan di negara-negara maju. Menandakan bahwa nyeri punggung kronik merupakan masalah kesehatan masyarakat global tanpa memandang budaya dan tingkat ekonomi.
Lebih penting lagi, penderita nyeri punggung kronik memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan serius lainnya. Penderita 17% lebih mungkin menderita penyakit jantung, 15% lebih mungkin mengidap arthritis, dan 12% lebih mungkin mengalami depresi. Risiko yang lebih tinggi juga ditemukan pada diabetes, kanker, asma, serta penyakit pernapasan lainnya.
Baca Juga:
Jangan Duduk Terlalu Lama, Bahaya Bagi Jantung!
Tekanan Darah Tinggi Bertahun-Tahun Beresiko Penurunan Mental
Studi ini juga menemukan bahwa kombinasi nyeri punggung kronik dengan penyakit lain menyebabkan kesulitan yang jauh lebih besar dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, mengerjakan pekerjaan rumah, perawatan diri, berbelanja, dan bekerja.
Menurut Profesor Zambelli Pinto, banyak kondisi ini berbagi faktor risiko yang sama. Antara lain kurang aktivitas fisik, kelebihan berat badan, stres kronis, tidur buruk, dan gaya hidup tidak sehat.
Nyeri yang berkepanjangan cenderung membuat seseorang mengurangi aktivitas, yang pada akhirnya memperburuk kondisi jantung, berat badan, dan kesehatan mental.
Para peneliti merekomendasikan agar tenaga kesehatan tidak hanya fokus mengatasi nyeri saja, melainkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kronis lain.
Pendekatan terintegrasi yang melibatkan dokter, fisioterapis, psikolog, dan spesialis olahraga dinilai lebih efektif dalam meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup pasien.
Meski studi ini tidak membuktikan bahwa nyeri punggung langsung menyebabkan penyakit lain, temuan ini menegaskan pentingnya tidak mengabaikan nyeri punggung yang berlangsung lama.
Bagi penderita, berkonsultasi dengan dokter dan mengambil pendekatan kesehatan secara menyeluruh dapat membantu mendeteksi masalah lain lebih dini. Selain itu juga dapat meningkatkan kesehatan dalam jangka panjang.






