Rolasnews.com – Kapal tanker raksasa VLCC Pertamina Pride milik PT Pertamina International Shipping (PIS) akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat pada Rabu, (8/7/2026). Kapal tersebut sempat tertahan selama lebih dari tiga bulan di Teluk Persia akibat eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang menyebabkan penutupan jalur strategis tersebut sejak awal Maret 2026.
Keberhasilan ini menyusul kapal tanker lainnya, Gamsunoro, yang lebih dulu melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2026.
Menurut keterangan resmi Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa, 7 Juli pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB). Kapal tanker raksasa tersebut berhasil melewati area kritis serta Selat Hormuz pada Rabu dini hari. Kapal diperkirakan tiba di Cilacap, Jawa Tengah, sekitar 23 Juli 2026 setelah perjalanan sekitar 15 hari.
Pertamina Pride mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan domestik. Khususnya Kilang Pertamina di Cilacap.
Selama tertahan, PIS dan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar RI di Tehran terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Iran. Hal ini guna memastikan keselamatan awak kapal, muatan, dan armada.
Prioritas utama adalah aspek keselamatan di tengah situasi keamanan yang dinamis di perairan tersebut.
Insiden ini menjadi sorotan karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan energi global. Penutupan sementara akibat konflik telah mengganggu ratusan kapal tanker internasional dan memicu kenaikan biaya logistik serta harga komoditas energi.






