Abah Tarwi Ingin Finish di Jakarta International Velodrome

  • Whatsapp
Tarwi Ingin Finish di Jakarta International Velodrome
(Jakarta International Velodrome yang kini megah, dulunya pernah menyimpan banyak kenangan bagi Tarwi. Foto : suara.com)
Rolasnews.com – Dalam perjalanannya mengayuh sepeda Surabaya-Jakarta, Tarwi menyatakan keinginannya untuk finish di Jakarta International Velodrome. Pasalnya, lintasan khusus untuk balap sepeda di ibukota itu menyimpan banyak kenangan manis bagi dirinya.

Bagi Tarwi atau Abah Tarwi, sapaan akrabnya di kalangan pebalap sepeda yang lebih muda, Jakarta International Velodrome atau yang dulunya lebih dikenal sebagai Velodrom Rawamangun, Jakarta Timur, pernah menjadi bagian dari dirinya. Terutama saat ia menjadi pelatih timnas balap sepeda di pertengahan era 90-an hingga 2000-an.

Di tahun 1996, misalnya. Ia menjadi salah satu pelatih timnas balap sepeda yang dipersiapkan untuk SEA Games 1997 di Jakarta. Di pesta olahraga dua tahunan untuk kawasan Asia Tenggara itu, cabor balap sepeda menyumbang dua emas.

Read More

Kemudian di CCC Jakarta tahun 2005 dan Tour de Brunei di tahun yang sama, Tarwi membawa tim besutannya menjadi juara umum. Sebenarnya masih banyak lagi event balap sepeda yang dilaluinya dengan melakukan persiapan dan latihan di Velodrom Jakarta. Karena itu terbersit keinginannya untuk mengakhiri kayuhan sepedanya dari Surabaya menuju Jakarta di velodrome terbesar di Indonesia tersebut.

“Beberapa waktu lalu Bapak sempat ngomong ingin perjalanan bersepeda Surabaya-Jakarta finish di Velodrome Rawamangun. Banyak kenangan tak terlupakan di sana karena bertahun-tahun pernah menjadi bagian dari kesehariannya,” kata Ony Christiana Dewi, salah seorang puteri Tarwi.

Ony bersama Puspita di Unesa
(Ony (kiri) bersama Puspita Mustika Adya (tengah), mantan pebalap nasional yang juga akan mengawal Tarwi sepanjang perjalanan Surabaya-Jakarta. Foto : DNA/Rolasnews)

Ony yang akan mengawal penuh perjalanan Tarwi bersepeda Surabaya-Jakarta selama 10 hari, menambahkan, akan berusaha semampunya untuk mewujudkan keinginan bapaknya. Sekali pun harus bersusah payah melobi pihak-pihak yang berwenang atas venue khusus olaharaga balap sepeda tersebut.

“Sore ini (Rabu, 9/9), saya berangkat ke Jakarta untuk mengurus segala keperluan Bapak terkait rencana bersepeda Surabaya-Jakarta. Salah satunya juga menyampaikan keinginan Bapak untuk finish di Velodrome Jakarta. Semoga bisa terlaksana,” ujarnya penuh harap.

Tarwi dan Ony di Unesa
(Tarwi (kiri) dan Ony, duduk di sebelahnya, saat di Unesa Surabaya untuk menjalani tes fisik. Foto : DNA/Rolasnews)

Sementara Abah Tarwi sendiri saat dihubungi, mengamini apa yang diucapkan putrinya. Ia mengatakan tekadnya bersepeda Surabaya-Jakarta tepat di usianya yang ke-79 tahun, adalah untuk menapaktilasi jalanan yang pernah disusurinya kala masih aktif menjadi atlet balap sepeda.

Pun demikian dengan keinginannya finish serta masuk ke dalam velodrome di Jakarta. Sampai sekarang ia masih membayangkan velodrome tersebut masih sama seperti saat ia terakhir kali menginjakkan kakinya di sana. Tak banyak yang ia ketahui bahwa velodrome tersebut sejak beberapa tahun lalu telah mengalami perombakan besar-besaran. Bahkan namanya pun telah berubah menjadi Jakarta International Velodrome, bukan lagi Velodrome Rawamangun Jakarta.

Namun hal itu tak terlalu dipikirkannya. Yang ada dibenaknya saat ini adalah keinginan kuat untuk menuntaskan petualangannya bersepeda Surabaya-Jakarta di velodrome tersebut.

“Aku kate sepedaan Suroboyo-Jakarta. Nek iso finish e mlebu pisan nang velodrome kono. Mosok ga ono sing mbukakno, rek. (Saya mau sepedaan Surabaya-Jakarta. Kalau bisa finishnya sekalian masuk ke velodrome di sana. Masak ga ada yang membukakan pintu masuknya),” tegas Tarwi dengan logat Suroboyonya yang medok.

Rute Perjalanan Tarwi Bersepeda Surabaya-Jakarta Gabungan Jalur Utara-Selatan

Untuk diketahui, Jakarta International Velodrome yang terletak di Rawamangun, Jakarta Timur, merupakan sebuah arena khusus balapan sepeda di nomor track race. Velodrom ini awalnya dibangun pada tahun 1973 sebagai velodrom luar ruangan (outdoor) berstandar nasional dan terakhir dipakai sebagai venue untuk Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2011.

Velodrome Jakarta
(Mantan pebalap nasional, Puspita berpose di Jakarta International Velodrome. Di tempat inilah Tarwi dulunya turut andil menelurkan pebalap-pebalap sepeda nasional berprestasi, termasuk Puspita. Foto : Ist)

Namun di Pesta Olahraga Asia (ASIAN Games) 2018, di mana Indonesia menjadi tuan rumah, velodrome ini sempat dibongkar total. Kemudian dibangun kembali sebagai velodrom dalam ruangan (indoor) yang berstandar internasional sesuai standar dan sertifikasi oleh UCI.

Namanya pun sekarang bukan lagi Velodrome Rawamangun Jakarta, sebagaimana yang dikenal Tarwi, tetapi sudah berubah menjadi Jakarta International Velodrome. (TON)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *