Rolasnews.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojek online (ojol). Langkah ini membuka ruang bagi pemerintah untuk mendorong penurunan komisi aplikator menjadi 8 persen bagi pengemudi.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan hal tersebut saat menerima audiensi massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Menurut Dasco, kehadiran Danantara sebagai pemegang saham akan memudahkan penyesuaian kebijakan perusahaan aplikator agar lebih berpihak kepada mitra pengemudi.
“Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham. Nah, nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong. Akan diajak berembuk,” kata Dasco dalam keterangan tertulis Sabtu (2/5/2025).
Politisi Gerindra itu menambahkan bahwa salah satu target utama adalah memangkas potongan komisi aplikator yang selama ini mencapai 10-20 persen menjadi sekitar 8 persen. Kebijakan ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Juga instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojol.
Baca Juga:
Di May Day 2026, Prabowo Janjikan Perlindungan Buruh dan Satgas Anti-PHK
Tingginya Potongan Komisi
Pembelian saham oleh Danantara terjadi di tengah tuntutan serikat pekerja ojol yang mengeluhkan potongan komisi tinggi dan status hubungan kerja yang belum jelas. Dengan menjadi pemegang saham, pemerintah diharapkan dapat ikut serta dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan aplikator tanpa harus melalui jalur regulasi semata.
Sementara itu, dua aplikator utama di Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Holdings (GRAB), sedang meninjau regulasi baru tersebut. Kedua perusahaan tengah mengkaji dampaknya terhadap biaya operasional, harga layanan, dan keberlanjutan bisnis.
Langkah Danantara ini merupakan bagian dari aktivisme investasi badan tersebut di pasar modal Indonesia. Sebelumnya, Danantara telah aktif membeli saham-saham berkualitas fundamental untuk mendukung stabilitas bursa dan perekonomian nasional.
Bagi kalangan pengemudi ojol, kebijakan penurunan komisi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan harian secara signifikan.
Meski demikian, analis pasar memperingatkan bahwa penyesuaian tersebut perlu dilakukan secara bertahap. Hal ini agar tidak mengganggu model bisnis aplikator yang telah menjadi tulang punggung transportasi daring di Indonesia.
Pemerintah disebut akan terus melakukan pembicaraan dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlanjutan industri teknologi.







