Di May Day 2026, Prabowo Janjikan Perlindungan Buruh dan Satgas Anti-PHK

Di May Day 2026, Prabowo Janjikan Perlindungan Buruh dan Satgas Anti-PHK
Presiden Prabowo Subianto berpidato di peringatan May Day 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026) yang dihadiri ratusan ribu buruh. (BPMI/YouTube)

Rolasnews.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan Satgas Anti-PHK dan Kesejahteraan Pekerja serta menjanjikan kebijakan perlindungan buruh yang lebih kuat sebagai “kado” utama dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Pidato tersebut disampaikan Presiden Prabowo di hadapan puluhan hingga ratusan ribu buruh yang memadati kawasan Monas. Acara yang berlangsung dalam suasana dialogis ini menjadi momentum penting setelah pertemuan Presiden dengan KSPI dan Partai Buruh pada 28 April lalu.

Read More

Kepala Negara menegaskan keberpihakan pemerintah pada buruh, bukan dengan cara berhadapan dengan dunia usaha. Dalam peringatan May Day 2026, ia menawarkan solusi konkret di tengah ancaman gelombang PHK akibat tekanan ekonomi global.

Berikut Inti Pernyataan Presiden:

1. Bentuk Satgas PHK dan Kesejahteraan Pekerja:

Pemerintah akan membentuk Satuan Tugas khusus untuk menangani ancaman PHK massal. Satgas ini juga bertugas merumuskan kebijakan kesejahteraan komprehensif, mulai dari perumahan buruh hingga perluasan jaminan sosial, dengan melibatkan serikat buruh dan pemangku kepentingan.

2. Respons Tuntutan Buruh:

Presiden memberi sinyal positif atas sejumlah tuntutan serikat pekerja, termasuk penanganan outsourcing secara bertahap, reformasi perlindungan kerja, serta upaya menyelamatkan industri strategis nasional seperti tekstil dan nikel dari ancaman impor.

3. Utamakan Dialog dan Kolaborasi:

Ajak buruh dan pengusaha duduk bersama mencari solusi yang saling menguntungkan. Presiden menekankan bahwa regulasi ketenagakerjaan harus menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja dan daya saing industri.

4. Lindungi Kelompok Rentan:

Presiden menjanjikan percepatan pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), perlindungan pekerja platform (gig economy), serta dukungan ratifikasi Konvensi ILO No. 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja.

5. Berantas Korupsi dan Keadilan Fiskal:

Presiden Prabowo menyatakan dukungan pada RUU Perampasan Aset untuk mendanai program kesejahteraan dan berkomitmen meningkatkan daya beli pekerja melalui reformasi perpajakan.

6. Ajakan Persatuan Nasional:

Prabowo menyerukan kekayaan negara harus dinikmati seluruh rakyat, dan meminta dukungan buruh membangun Indonesia yang lebih adil, sembari berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Baca Juga:

Presiden Prabowo Hadiri Peringatan May Day 2026 di Monas, Buruh Tuntut Hapus Outsourcing hingga Upah Layak

Pidato ini berlangsung dalam suasana yang kondusif. Kehadiran Presiden di tengah massa di Monas menjadi simbol kedekatan baru dengan gerakan pekerja. Sejumlah serikat buruh merespons positif pengumuman Satgas PHK, sembari tetap menanti detail implementasi dan realisasi janji lainnya.

Pendekatan Presiden yang realistis dan bertahap menjadi sorotan. Ia mengingatkan bahwa beban regulasi yang terlalu ketat berpotensi kontraproduktif bagi pelaku UMKM dan investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perayaan May Day 2026 ini pun bertransformasi menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan pekerja.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *