Pemerintah Siapkan Recovery Masa Resesi dengan Stimulus Fiskal

  • Whatsapp
Pemerintah Siapkan Recovery Masa Resesi dengan Stimulus Fiskal
(Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah recovery menghadapi pandemi COVID-19 yang diperkirakan masih akan berlangsung tahun depan. Foto : Medium)
Rolasnews.com – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan bahwa masa resesi pada dasarnya sudah berlangsung apabila dalam dua kuartal berturut-turut, angka pertumbuhan ekonomi negatif. Diperkirakan pandemi COVID-19 ini masih akan berlangsung di tahun 2021 bahkan tahun 2022.

“Menurut para ekonom dunia, resesi sudah terjadi bila dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi negatif secara tahun ke tahun (year on year),” kata Wamenkeu dalam acara webinar internasional bertema “Bagaimana Indonesia Bisa Bertahan dari Turbulensi Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19?” pada Selasa, (4/8).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin Kalimantan Selatan ini, Wamenkeu menyebutkan langkah-langkah perbaikan (recovery) masa resesi yang diambil pemerintah yaitu pertama menambah belanja kesehatan.

Read More

“Dampak COVID-19 paling terasa di 8 provinsi Indonesia yang menyumbang 65,5% PDB. Oleh karena itu, hal prioritas pertama yang perlu disiapkan pemerintah adalah belanja kesehatan, seperti mengupgrade RS, membeli obat-obatan, test kit, dan sebagainya,” jelasnya.

Webinar Wamenkeu di ULM
(Webinar Wamenkeu dalam acara yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin Kalimantan Selatan, Selasa (4/8). Foto : Kemenkeu)

Ia melanjutkan, prioritas kedua adalah pemerintah menjaga kelompok masyarakat rentan terkena dampak COVID-19 yaitu perlindungan sosial bagi masyarakat miskin, employment support (dukungan ketenagakerjaan) seperti kartu Pra Kerja, pengurangan beban melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT), diskon listrik, dan dukungan lainnya untuk rumah tangga.

Prioritas ketiga adalah dukungan untuk UMKM, melindungi dunia usaha termasuk Usaha Ultra Mikro (UMi) yang tergabung dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Uni Eropa Rata-rata Alami Penurunan Ekonomi 12,1% di Kuartal Kedua

Pemerintah telah menyiapkan total anggaran Rp 607,65 triliun untuk penanganan COVID-19 dimana untuk belanja kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, UMKM Rp 123,46 triliun, pembiayaan korporat Rp 53,57 triliun, insentif dunia usaha Rp 120,61 triliun, insentif sektoral dan Pemda Rp 106,11 triliun. (TON/*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *