Rolasnews.com – Empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.52–20.55 WIB.
Insiden rear-end collision tersebut terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, kilometer 28+920. KA Argo Bromo Anggrek (nomor perjalanan PLB 4B) menabrak dari belakang KRL Commuter Line (PLB 5568A relasi Kampung Bandan–Cikarang) yang sedang berhenti mendadak di jalur yang sama.
Akibat benturan keras, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menembus hingga masuk ke gerbong belakang KRL yang merupakan gerbong khusus wanita. Menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian commuter line tersebut.
Menurut data sementara yang disampaikan Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba dan dikonfirmasi berbagai sumber, korban jiwa berjumlah empat orang, semuanya penumpang KRL.
Sebanyak 38 orang lainnya mengalami luka-luka dan dievakuasi ke rumah sakit terdekat, seperti RSUD Kota Bekasi, RS Primaya, dan RS Bantargebang. Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah sekitar 240 orang selamat, termasuk masinis.
Proses evakuasi sempat terkendala karena beberapa korban terjepit di gerbong yang ringsek. Sehingga Basarnas dan tim gabungan harus memotong badan gerbong menggunakan peralatan pemotong untuk menjangkau korban.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula dari insiden pendahulu di perlintasan sebidang (Jalur Perlintasan Langsung) dekat Bulak Kapal atau JPL 85 Bekasi.
Sebuah taksi (diduga taksi hijau atau mobil listrik Green SM Indonesia) mogok atau tersangkut di rel. Taksi tersebut tertabrak atau menyebabkan KRL berhenti mendadak. Beberapa saat kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat (Gambir) tidak dapat menghindar dan menghantam bagian belakang KRL.
Saksi mata menggambarkan suara benturan seperti ledakan keras, diikuti kepanikan di dalam gerbong dengan penumpang berteriak dan berusaha keluar.
Manajer Humas Daop 1 Jakarta PT KAI, Franoto Wibowo, membenarkan kronologi tersebut. PT KAI menyatakan permohonan maaf mendalam atas kejadian ini dan memprioritaskan penanganan korban serta evakuasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi yang akan dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Termasuk kemungkinan faktor sinyal, pengereman darurat, kecepatan, atau gangguan akibat perlintasan sebidang.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri juga berada di lokasi untuk mengkoordinasikan tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, PMI, dan relawan. Jalur lintas Bekasi–Cikarang sempat ditutup sementara, mengakibatkan gangguan operasional pada puluhan perjalanan KRL dan KA jarak jauh lainnya. Aliran listrik aliran atas (LAA) dimatikan untuk keamanan selama evakuasi.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut meninjau lokasi dan menyampaikan keprihatinan atas insiden yang melibatkan gerbong khusus wanita tersebut.
Hingga Selasa (28/4/2026) dini hari, evakuasi masih berlangsung dan jalur belum sepenuhnya normal. Masyarakat diimbau menghindari lokasi dan mencari alternatif transportasi.







