Melepas Penat di Gunung Banyak

Melepas Penat di Gunung Banyak
(Di Gunung Banyak. Credit: Dok Rolas 88)

Rolasnews.com – Beberapa alumni Rolas 88 hari Minggu (30/1/2022), pelesiran melepas penat ke Gunung Banyak. Meski merupakan tempat wisata yang cukup kondang, namun bagi sebagian rekan alumni yang kemarin berkunjung ke sana, ini adalah pengalaman pertama berada di “Taman Langit” yang terletak di Songgokerto, Kota Batu.

Tiba di kaki Gunung Banyak
(Ngaso sejenak di kaki Gunung Banyak. Credit: Dok Rolas 88)

“Ya, baru pertama kali ini ke Gunung Banyak. Penasaran saja karena ada yang cerita kalau di sini banyak spot menarik untuk foto-foto. Tentu ini karena pemandangannya yang memang indah,” kata Sari, rekan alumni Rolas 88 yang berasal dari Surabaya.

Read More

“Tapi adem pol. Perut jadi kembung dan kuping berdenging kena angin,” timpal Heri Agus tak berapa setelah berada di puncak tempat wisata yang juga dikenal dengan sebutan “Taman Langit” tersebut.

Walau pun langit cerah saat itu, namun angin berhembus lumayan kencang. Terasa makin menggigit tulang terutama saat di titik tertinggi Gunung Banyak.

Emak2 Rolas 88 selfie di Gunung Banyak
(“Hmmm….” Credit: Dok Rolas 88)

Sebagai informasi, Gunung Banyak adalah salah satu destinasi wisata di Kota Batu yang mulai menarik minat wisatawan, khususnya dari luar kota, untuk berkunjung.

Berada di ketinggian lebih dari 1.300 meter dpl, dari atas terlihat pemandangan Kota Batu dan Kota Malang. Sementara di sekelilingnya nampak jelas Gunung Welirang, Gunung Panderman dan Gunung Semeru.

Menariknya lagi, karena ketinggiannya yang ideal serta keleluasaan untuk bermanuver, Gunung Banyak juga menjadi tempat olahraga paralayang. Beberapa kali digelar pertandingan paralayang yang diikuti atlet lokal maupun mancanegara.

Ambilkan Bulan Bu
(“Ambilkan bulan, Bu.” Credit: Dok Rolas 88)

Usai memuaskan hasrat berfoto-foto, rombongan bergegas untuk kembali ke Surabaya. Sebelumnya menyeruak kabar duka bahwa ibunda Reni Kartikasari, sesama rekan alumni Rolas 88, meninggal dunia.

“Mudah-mudahan tidak macet dalam perjalanan pulang. Jadi kami masih berkesempatan melayat ke rumah duka,” ucap Opink sebelum kembali ke Surabaya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *