Bisakah Anak-Anak Mengalami Depresi?

  • Whatsapp
Bisakah Anak-Anak Mengalami Depresi?
(Waspadai jika anak mulai sering menunjukkan gejala depresi. Credit: Getty Images)
Rolasnews.com – Depresi ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, namun anak-anak juga sangat mungkin mengalami depresi. Meski demikian, ketika anak merasa sedih bukan berarti ia sedang mengalami depresi. Namun jika kesedihan itu berlangsung secara terus menerus sehingga mengganggu aktivitas sosialnya, minat, tugas sekolah maupun kehidupan keluarga yang normal bisa saja itu adalah penyakit depresi.

Seperti hal nya orang dewasa, penyebab depresi pada anak-anak bervariasi ada yang berhubungan dengan kesehatan fisik, peristiwa kehidupan, riwayat keluarga, lingkungan, kerentanan genetik, dan gangguan biokimia.

Pada dasarnya keluarga menjadi tonggak utama kesehatan mental anak. Anak-anak dengan riwayat keluarga depresi memiliki resiko leboh tinggi dari yang lain. Anak-anak yang lahir dari keluarga yang memiliki konflik atau kacau, anak-anak dan remaja yang menyalahgunakan zat seperti alkohol dan obat-obatan, juga berisiko lebih besar mengalami depresi.

Read More

Sebagai orangtua harus waspada dan mengamati perubahan emosional anak. Gejala depresi pada anak bervariasi, terkadang sering tidak terdiagnosis karena dianggap sebagai perubahan emosional dan psikologis yang normal.

Beberapa anak menunjukkan suasana hati yang tertekan dan marah. Namun sebagian lagi berperilaku seperti orang dewasa, yaitu kesedihan mendalam.

Jika anak mengalami hal ini, orangtua harus segera tanggap dan mengambil tindakan tepat.

Pelukan hangat orang tua
(Pelukan hangat orangtua dapat membantu mengurangi perasaan tertekan pada anak. Credit: Ist)

Baca Juga :

Awas, Remaja Korban Bullying dan Intimidasi Cenderung Berbuat Kekerasan di Masa Depan

Tanda dan gejala depresi pada anak antara lain:

  • Keengganan atau kemarahan
  • Perasaan sedih dan putus asa yang terus menerus
  • Penarikan social
  • Menjadi lebih sensitif terhadap penolakan
  • Perubahan nafsu makan, baik meningkat atau menurun
  • Perubahan tidur (sulit tidur atau tidur berlebihan )
  • Ledakan vokal atau menangis
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kelelahandan energi rendah
  • Keluhan fisik (seperti sakit perut dan sakit kepala) yang tidak merespon pengobatan
  • Kesulitan selama acara dan kegiatan di rumah atau dengan teman, di sekolah, selama kegiatan ekstrakurikuler, dan dengan hobi atau minat lain
  • Perasaan tidak berharga atau bersalah
  • Pikiran atau konsentrasi terganggu
  • Pikiran tentang kematian atau bunuh diri

Semua gejala tersebut tidak serta merta dialami oleh anak. Sebagian besar menunjukkan gejala yang berbeda pada waktu yang berbeda.

Ada yang terlihat tampak baik-baik saja. Akan tetapi dalam beberapa kasus, anak bisa saja mulai menggunakan obat-obatan atau alkohol, terutama yang berusia diatas 12 tahun. Bahkan beberapa anak yang lain juga cenderung menunjukkan gejala bunuh diri.

Tanda-tanda peringatan perilaku bunuh diri pada anak-anak meliputi:

  • Banyak gejala depresi (perubahan pola makan, tidur, aktivitas)
  • Isolasi sosial, termasuk isolasi dari keluarga
  • Bicara tentang bunuh diri, keputusasaan, atau ketidakberdayaan
  • Peningkatan tindakan dari perilaku yang tidak diinginkan (seksual atau perilaku)
  • Meningkatnya perilaku mengambil risiko
  • Kecelakaan yang sering terjadi
  • Penyalahgunaan zat
  • Fokus pada tema yang tidak wajar dan negative
  • Bicara tentang kematian dan kematian
  • Meningkatnya tangisan atau berkurangnya ekspresi emosional
  • Menyerahkan harta benda.

Jika gejala depresi pada anak tersebut berlangsung selama 2 minggu, jadwalkan kunjungan dengan dokter  untuk mengkonsultasikan kondisi yang dialami anak. Dengan begitu anak akan mendapatkan perawatan yang tepat pada ahlinya.

Evaluasi kesehatan yang harus dilalui adalah wawancara dengan orangtua atau wali utama, wawancara pada anak, tes pikologis lainnya yang diperlukan.

Anak-anak bermain
(Keceriaan bermain bersama teman-teman sebaya juga efektif menurunkan tingkat depresi anak. Credit: Ist)

Selain itu informasi dari lingkungan sekitar seperti guru, teman bermain, dan teman sekelas akan sangat berguna untuk menunjukkan gejala-gejala ini konsisten selama berbagai aktivitas anak dan merupakan perubahan yang nyata dari perilaku sebelumnya.

Baca Juga :

5 Cara Sedehana Mengajari Balita Perilaku Disiplin

Sebenarnya tidak ada alat khusus yang digunakan untuk menunjukkan depresi pada anak, akan tetapi kuesioner dan informasi pribadi akan sangat membantu dan berguna untuk mendiagnosis depresi anak. Terkadang sesi terapi dan kuesioner tersebut dapat mengungkap kekhawatiran lain yang berkontribusi terhadap depresi seperti ADHDgangguan perilaku , dan OCD.

Pengobatan untuk anak-anak dengan gangguan depresi serupa dengan orang dewasa. Biasanya dokter anak akan menyarankan psikoterapi terlebih dahulu kemudian akan mempertimbangkan antidepresan sebagai pilihan jika tidak ada perbaikan signifikan.

Jika anak atau keluarga anda mengalami gejala depresi, segera periksakan pada professional untuk menanganan yang tepat dan lebih lanjut. (FRI)

Related posts

Link Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *