Ariesta Widiastuti Sukses Wujudkan Impiannya Sejak Kecil, Jadi Dokter Gigi

Ariesta Widyastuti Sukses Wujudkan Impiannya Sejak Kecil, Jadi Dokter Gigi
Rolasnews.com – Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Itu petuah para orang tua kita agar anak-anaknya tidak mudah putus asa dalam menggapai impiannya. Dan petuah itu pula yang memotivasi Ariesta Widiastuti mewujudkan cita-cita yang dipendamnya semenjak kecil. Menjadi dokter gigi.

Meski lahir di Surabaya, Ariesta kecil tidak menghabiskan masa kanak-kanak bersama kedua orang tuanya di Kota Pahlawan, melainkan diasuh kakek dan neneknya yang menetap di Nganjuk. Ia tinggal bersama mereka hingga kelas 6 Sekolah Dasar (SD).

Setelah itu, sulung dari 5 bersaudara ini kembali berkumpul dengan orang tuanya di Surabaya dan menuntaskan tahun terakhir pendidikan tingkat dasarnya di SDN Balantara 2, Ngagel Rejo.

Read More

Selepas SD, ia melanjutkan ke SMPN 12 Surabaya (1E, 2N, 3J) dan SMAN 2 di kota yang sama.

Lulus SMA di tahun 1991, ia gagal lolos seleksi di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair). Meski demikian, di tahun itu juga ia diterima di Hiperkes (Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja) D3 Kedokteran Unair.

Penasaran, setahun kemudian ia kembali mendaftar mengikuti seleksi di FKG Unair. Kali ini ia lolos seleksi dan resmi menjadi mahasiswa kedokteran gigi di universitas negeri tertua di Surabaya tersebut.

“Sejak kecil saya memang ingin sekali menjadi dokter gigi. Makanya tahun 92 saya mendaftar lagi ke FKG Unair. Alhamdulillah diterima,” kenang Ariesta Widiastuti.

Baksos sebagai dokter gigi
(Ariesta Widiastuti ketika melakukan bakti sosial sebagai dokter gigi. Foto : Dok Pri)

Empat tahun atau delapan semester mengenyam pendidikan di bangku kuliah, tahun 1996 Ariesta resmi mengantongi gelar Sarjana Kedokteran Gigi dan berhak menyematkan SKG di depan namanya.

Namun setahun sebelumnya, pemilik Zodiak Taurus ini mengakhiri masa lajangnya dengan Totok Mujiono. Suaminya adalah pengajar di Fakultas Teknik Elektro ITS, Surabaya.

Sayangnya, kebersamaan mereka hanya seumur jagung. Di tahun itu juga Totok harus melanjutkan studi S2 di Kanada. Ariesta menyusul dan mendampingi sang suami begitu lulus SKG di tahun 1996.

Di negeri orang, Ariesta tak lantas berdiam diri. Selain berbagai aktivitas lain, ia juga menyempatkan mengikuti Program TOEFL (Test Of English as a Foreign Language). Skor yang diperolehnya pun sangat bagus, >500.

Menikmati musim gugur
(Menikmati musim gugur di negeri orang. Foto : Dok Pri)

Sekembalinya mendampingi sang suami menyelesaikan pendidikannya di Kanada, ibu tiga anak ini kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Hang Tuah, Surabaya.

“Saya harus menempuh empat semester lagi di Fakultas Kedokteran Gigi sebagai persyaratan agar bisa berpraktek sebagai dokter gigi. Cita-cita saya sedari kecil,” kata Ariesta yang berhasil menyelesaikan pendidikan lanjutannya dengan lancar dan tepat waktu.

Di tahun 2014 hingga 2017, Ariesta Widiastuti lagi-lagi meninggalkan tanah air untuk mengikuti suaminya yang mengambil S3 di Jepang.

Mendampingi suami wisuda di Jepang
(Mendampingi suami wisuda S3 di Jepang September 2016. Foto : Dok Pri)

Di Negeri Sakura itu, banyak pengalaman dan hal-hal baru yang ditemuinya. Termasuk budaya, kesempatan bepergian serta ilmu yang kelak bermanfaat begitu pulang ke Indonesia.

Saat ke gunung Fujiyama Jepang
(Saat mengikuti sang suami yang melanjutkan pendidikan S3 di Jepang 2014-2017, Ariesta Widiastuti berkesempatan mendaki gunung Shirakawago. Foto : Dok Pri)

Dokter Reisa Broto Asmoro, Segarkan Gugus Tugas COVID-19

Saat ini Ariesta membuka praktek di kediamannya yang berada di Kompleks Perum Dosen ITS Surabaya. Selain itu, ia juga wira wiri ke Klinik Apotek Kebomas, Jl Wahidin Sudirohusodo, Gresik. Di klinik tersebut, ia berpraktek tiga kali seminggu “by appointment”.

Bersama orang-orang yang dicintainya, Ariesta kini menjalani hidup dengan tenang. Di kala senggang, ia lebih suka menyalurkan hobinya berkebun, merawat aneka tanaman hias sehingga rumahnya tampak bersih, asri dan tertata rapi.

Bersama keluarga
(Menikmati saat berlibur bersama suami dan ketiga anaknya. Foto : Dok Pri)

Prinsip yang selalu dipegang teguh penghobi jalan-jalan ini adalah berusaha menikmati hidup dengan berbagai kegiatan positif.

“Banyak hal yang sudah saya lalui di usia yang sudah mendekati separuh abad ini. Banyak pula karuniaNya yang sudah saya nikmati dan syukuri, baik dari sisi keluarga, rejeki maupun karir dan pekerjaan. Termasuk tercapainya cita-cita saya semenjak kanak-kanak. Jadi dokter gigi,” pungkas Ariesta Widiastuti menutup wawancara. (TON)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *