Bersepatu Baru, Tarwi Kian Segar & Semangat Tempuh Etape Keempat

Bersepatu Baru, Tarwi Kian Semangat di Etape Keempat
(Beriringan di etape keempat. Foto : Tim Dokumentasi/Rolasnews)
Rolasnews.com – Setelah rehat sehari penuh, hari ini, Senin (21/9), Tarwi kembali menggenjot sepedanya di etape keempat Jogja-Banyumas-Purwokerto. Selain fisik yang lebih segar, di etape ini ia juga tampak lebih bersemangat karena menggunakan sepatu baru yang jauh lebih nyaman.

Saat rest total selama sehari di Jogja hari Minggu kemarin, tampaknya dimanfaatkan pula oleh Tarwi bersama keluarganya untuk membeli sepatu balap sepeda baru. Sepatu yang lama sudah kurang layak dipakai untuk bersepeda jarak jauh secara marathon. Bahkan di etape pertama Surabaya-Rembang, jari-jari kaki mantan pebalap nasional era 60 hingga 80-an sempat cantengen karena faktor sepatu yang sudah mendekati soak.

Sepatu lama & baru
(Sepatu lama yang sudah menemani selama 12 tahun dan sepatu baru yang lebih nyaman dipakai. Foto : Tim Dokumentasi/Rolasnews)

“Bagus. Enak dipakai,” ujarnya singkat ketika ditanya tentang sepatu barunya yang berharga Rp 5,8 juta tersebut.

Read More
Putri Tarwi nangis
(Putri ketiga Tarwi, Dewi Widijati, yang merasa masih berat melepas sang bapak yang sudah berusia 79 tahun nggowes jarak jauh. Foto : TON/Rolasnews)

Sementara itu, etape keempat mengambil start di depan Kantor Pos Besar Jogja pukul 6.30. Di etape ini, Tarwi didampingi dua mantan atlet balap sepeda nasional yang pernah membawa merah putih berkibar di tingkat internasional.

Mereka adalah pasutri Hendry Setiawan (juara SEA Games 1997 di Jakarta) dan Nurhayati (peraih perak di Asian Games 1990 di Beijing).

Tarwi bersama Nurhayati & Hendry
(Tarwi bersama pasutri mantan pebalap nasional, Nurhayati (kanan) dan Hendry Setiawan (kiri). Foto : Tim Dokumentasi/Rolasnews)

Selain itu, ada beberapa pegowes setempat yang turut mengiringi Tarwi bersepeda meninggalkan Kota Gudeg. Juga turut serta asistennya saat melatih di PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar) Solo, Heri Sudibyo.

Bersama komunitas sepeda di Jogja
(Bersama komunitas sepeda di Jogja menjelang start. Foto : TON/Rolasnews)

Jika yang lainnya mengiringi tak lebih 10 km dari titik start, Heri ikut nggowes hingga finish di Purwokerto.

Etape keempat ini merupakan etape terpanjang kedua setelah Surabaya-Rembang, yakni 175,7 km. Namun medannya tak seberat etape ketiga Semarang-Salatiga-Jogja yang banyak tanjakan dan jalan berkelok. Jalan menanjak yang cukup menguras tenaga hanya di Kebumen dan Banyumas. Selebihnya, jalan yang dilalui relatif datar.

Menyusuri jalanan menanjak
(Menyusuri jalan menanjak di etape keempat menuju finish di Purwokerto. Foto : TON/Rolasnews)

Rute Perjalanan Tarwi Bersepeda Surabaya-Jakarta Gabungan Jalur Utara-Selatan

Meski melintasi jalur selatan, etape ini tak menyusuri daerah pesisir. Tarwi mengayuh sepedanya melewati jalur agak ke tengah, Purworejo, Kebumen, Banyumas dan Purwokerto.

Pria berusia 79 tahun ini mencapai titik finish etape keempat di Alun-alun Purwokerto jam 2 siang dengan catatan waktu 6:36:32. Sedangkan kecepatan rata-rata yang ia tempuh adalah 26,6 km/jam.

Tiba di Purwokerto
(Tiba di Alun-alun Purwokerto disambut komunitas pebalap dan pecinta gowes. Foto : Tim Dokumentasi/Rolasnews)

Hari Selasa (22/9) besok, rute etape kelima akan kembali melintasi jalur utara, yakni Purwokerto-Bumiayu-Cirebon dengan jarak tempuh 140 km. (TON)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.